Ibnul Qoyyim rohimahulloh berkata:
"Bersabarnya seseorang dari syahwatnya itu lebih mudah daripada bersabarnya dari perkara-perkara yang diakibatkan oleh syahwat tersebut, karena sesungguhnya syahwat itu:
Akan mewajibkan/mengakibatkan sesuatu yang menyakitkan atau satu sangsi,
dan syahwat itu bisa memutuskan kelezatan yang lebih sempurna daripada syahwat itu sendiri,
dan syahwat itu bisa menyia-nyiakan waktu yang akan menimbulkan penyesalan dan kegagalan,
dan syahwat itu bisa menghilangkan harta, yang mana tetapnya harta tersebut pada diri
seseorang lebih baik daripada hilangnya,
dan syahwat itu bisa mencabut keni'matan, yang mana apabila ni'mat itu terdapat pada seorang hamba itu adalah lebih lezat dan lebih baik daripada dia menuruti syahwatnya,
dan syahwat itu bisa menghasilkan kegundah gulanaan, kecemasan, kesedihan dan rasa takut,
dan syawat itu bisa melupakan kamu dari ilmu, yang mana mengingat ilmu itu lebih lezat daripada memperoleh syahwat,
dan syahwat itu bisa menggembirakan musuh dan membuat kepiluan teman/penolong,
dan syahwat itu bisa memutuskan jalan yang menyampaikan seseorang kepada kenimatan yang mendatang,
dan syahwat juga bisa mendatangkan aib yang hal tersebut bisa menjadi sifat bagi seseorang yang tidak akan hilang."
Al Fawaid:182
❅ ❅ ❅ ❅ ❅
F. I. S Forum Ikhwah Salafiyyin
منتدى الإخوان السلفيين
ﻗﺎﻝ ﺍﺑﻦ ﺍﻟﻘﻴﻢ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ:
ﺍﻟﺼﺒﺮ ﻋﻦ ﺍﻟﺸﻬﻮﺓ ﺃﺳﻬﻞ ﻣﻦ ﺍﻟﺼﺒﺮ ﻋﻠﻰ ﻣﺎ ﺗﻮﺟﺒﻪ ﺍﻟﺸﻬﻮﺓ ﻓﺈﻥ ﺍﻟﺸﻬﻮﺓ:
ﺇﻣﺎ ﺃﻥ ﺗﻮﺟﺐ ﺃﻟﻤﺎً ﻭﻋﻘﻮﺑﺔ.
ﻭﺇﻣﺎ ﺃﻥ ﺗﻘﻄﻊ ﻟﺬﺓ ﺃﻛﻤﻞ ﻣﻨﻬﺎ.
ﻭﺇﻣﺎ ﺃﻥ ﺗﻀﻴﻊ ﻭﻗﺘﺎً ﺇﺿﺎﻋﺘﻪ ﺣﺴﺮﺓ ﻭﻧﺪﺍﻣﺔ.
ﻭﺇﻣﺎ ﺃﻥ ﺗُﺬﻫﺐ ﻣﺎﻻً ﺑﻘﺎﺅﻩ ﺧﻴﺮ ﻣﻦ ﺫﻫﺎﺑﻪ.
ﻭﺇﻣﺎ ﺃﻥ ﺗﺴﻠﺐ ﻧﻌﻤﺔ ﺑﻘﺎﺅﻫﺎ ﺃﻟﺬ ﻭﺃﻃﻴﺐ ﻣﻦ ﻗﻀﺎﺀ ﺍﻟﺸﻬﻮﺓ.
ﻭﺇﻣﺎ ﺃﻥ ﺗﺠﻠﺐ ﻫﻤﺎً ﻭﻏﻤﺎً ﻭﺣﺰﻧﺎً ﻭﺧﻮﻓﺎً ﻻ ﻳﻘﺎﺭﺏ ﺍﻟﺸﻬﻮﺓ.
ﻭﺇﻣﺎ ﺃﻥ ﺗُﻨﺴﻲ ﻋﻠﻤﺎً ﺫﻛﺮﻩ ﺃﻟﺬ ﻣﻦ ﻧﻴﻞ ﺍﻟﺸﻬﻮﺓ .
ﻭﺇﻣﺎ ﺃﻥ ﺗﺸﻤﺖ ﻋﺪﻭﺍً ﻭﺗُﺤﺰﻥ ﻭﻟﻴﺎً .
ﻭﺇﻣﺎ ﺃﻥ ﺗﻘﻄﻊ ﺍﻟﻄﺮﻳﻖ ﻋﻠﻰ ﻧﻌﻤﺔ ﻣﻘﺒﻠﺔ .
ﻭﺇﻣﺎ ﺃﻥ ﺗﺤﺪﺙ ﻋﻴﺒﺎً ﻳﺒﻘﻰ ﺻﻔﺔ ﻻ ﺗﺰﻭﻝ .
ﺍﻟﻔﻮﺍﺋﺪ 182
Tidak ada komentar:
Posting Komentar