Tampilkan postingan dengan label Nasehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasehat. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 April 2015

MUSTAHIL KAMI DIAM...

قال العلامة مقبل الوادعي رحمه الله :

«لو يمكن أن يشتروا سكوتنا بالملايين لفعلوا،

لكن هيهات هيهات أن نسكت على باطل».

{ الرد الوجيه على أسئلة بيت الفقيه }

˜˜˜˜˜˜˜˜˜˜˜˜˜˜˜˜˜˜˜˜˜˜˜˜˜˜˜˜˜˜˜˜˜˜˜˜˜˜˜˜

Berkata al'Allamah Muqbil alWadi'i:

"Kalau seandainya memungkinkan bagi mereka untuk membeli sikap diam kami dengan harga berjuta-juta, maka tentulah mereka melakukannya.

Tapi mustahil, mustahil, kami diam terhadap suatu kebathilan."

arRoddul Wajiih 'ala As-ilati Baitil Faqiih

¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯
✏ hm

Untuk fawaid lainnya bisa kunjungi website kami:

www.ittibaus-sunnah.net
➖➖➖➖➖➖➖➖
أصحاب السنة

❂Ashhabus Sunnah❂

DIAM.. INI TIDAK BOLEH SELAMANYA

قال الشيخ صالح الفوزان حفظه الله :

" نحن نری اﻷخطاء ونسكت ، ونترك الناس يهيمون ؟

لا ، هذا ما يجوز أبدا ، يجب أن نبين الحق من الباطل ، رضي من رضي ، وسخط من سخط  "

[اﻷجوبة المفيدة عن أسئلة المناهج الجديدة ص 238]

≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈

Berkata Syaikh Shalih alFauzan hafizhahullah:

Kita melihat berbagai kesalahan lalu kita diam saja, dan membiarkan manusia dalam keadaan bingung?

Tidak! Ini tidak boleh selamanya. Wajib untuk kita menjelaskan al Haq dari yang bathil. Ridho-lah orang yang ridho dan marahlah orang yang marah."

al Ajwibah al Mufidah 'an Asilatil Manaahijil Jadidah, 238
**********************************************
✏ hm

Untuk fawaid lainnya bisa kunjungi website kami:

www.ittibaus-sunnah.net
➖➖➖➖➖➖➖➖
أصحاب السنة

❂Ashhabus Sunnah❂

Kamis, 16 April 2015

Menari (tanpa musik) Dan Berhias Dihadapan Suami

قال الشيخ محمد بن صالح العثيمين رحمه الله :

" أما رقص المرأة أمام زوجها وليس عندهما أحد فلا بأس به؛ لأن ذلك ربما يكون أدعى لرغبة الزوج فيها، وكل ما كان أدعى لرغبة الزوج فيها فإنه مطلوب، ما لم يكن محرَّماً بعينه،

ولهذا يسن للمرأة أن تتجمل لزوجها، كما يسن للزوج أيضاً أن يتجمل لزوجته كما تتجمل له " انتهى .

[اللقاء الشهري 12 / السؤال رقم 9 ]

Syaikh Muhammad bin Shalih al 'Utsaimin berkata:

Adapun tarian (tanpa musik) seorang istri di depan suaminya dalam keadaan tidak ada seorangpun di dekat keduanya, maka hal itu tidak mengapa. Karena barangkali hal itu bisa mendatangkan hasrat sang suami pada istrinya. Dan setiap hal yang bisa mendatangkan hasrat sang suami kepada istri maka itulah yang dituntut, selama hal itu bukanlah sesuatu yang jelas diharamkan.

Oleh karena ini, disunnahkan kepada sang istri agar berhias untuk suaminya sebagaimana disunnahkan juga kepada sang suami agar berhias untuk istrinya sebagaimana sang istri berhias untuk dirinya.

alLiqo-us Syahriy 12, soal ke 9
•••••••••••••••••
✏ hm

Untuk fawaid lainnya bisa kunjungi website kami:

www.ittibaus-sunnah.net
➖➖➖➖➖➖➖➖
أصحاب السنة

❂Ashhabus Sunnah❂

Minggu, 12 April 2015

PERMATA SALAF-RENUNGAN DAN NASEHAT..

ﻗﺎﻝ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺍﻟﻌﻼﻣﺔ ﺍﺑﻦ ﺍﻟﻘﻴﻢ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ:

“ ﻓﺮِّﻍ ﺧﺎﻃﺮﻙ ﻟﻠﻬﻢ ﺑِﻤَﺎ ﺃُﻣﺮﺕ ﺑِﻪِ، ﻭَﻟَﺎ ﺗﺸﻐﻠﻪ ﺑِﻤَﺎ ﺿﻤﻦ ﻟَﻚ، ﻓَﺈِﻥ ﺍﻟﺮﺯﻕ ﻭَﺍﻟْﺄَﺟَﻞ ﻗﺮﻳﻨﺎﻥ ﻣﻀﻤﻮﻧﺎﻥ، ﻓَﻤَﺎ ﺩَﺍﻡَ ﺍﻟْﺄَﺟَﻞ ﺑَﺎﻗِﻴﺎ ﻛَﺎﻥَ ﺍﻟﺮﺯﻕ ﺁﺗِﻴَﺎ،

ﻭَﺇِﺫﺍ ﺳﺪ ﻋَﻠَﻴْﻚ ﺑِﺤِﻜْﻤَﺘِﻪِ ﻃَﺮِﻳﻘﺎ ﻣﻦ ﻃﺮﻗﻪ، ﻓﺘﺢ ﻟَﻚ ﺑﺮﺣﻤﺘﻪ ﻃَﺮِﻳﻘﺎ ﺃَﻧْﻔَﻊ ﻟَﻚ ﻣِﻨْﻪُ،

ﻓﺘﺄﻣّﻞ ﺣَﺎﻝ ﺍﻟْﺠَﻨِﻴﻦ ﻳَﺄْﺗِﻴﻪِ ﻏﺬﺍﺅﻩ ﻭَﻫُﻮَ ﺍﻟﺪَّﻡ ﻣﻦ ﻃَﺮِﻳﻖ ﻭَﺍﺣِﺪَﺓ، ﻭَﻫُﻮَ ﺍﻟﺴُّﺮَّﺓ، ﻓَﻠَﻤَّﺎ ﺧﺮﺝ ﻣﻦ ﺑﻄﻦ ﺍﻟْﺄُﻡ، ﻭﺍﻧﻘﻄﻌﺖ ﺗِﻠْﻚَ ﺍﻟﻄَّﺮِﻳﻖ، ﻓﺘﺢ ﻟَﻪُ ﻃَﺮِﻳﻘﻴﻦ ﺍﺛْﻨَﻴْﻦِ، ﻭﺃﺟﺮﻯ ﻟَﻪُ ﻓﻴﻬﻤَﺎ ﺭﺯﻗﺎ ﺃﻃﻴﺐ ﻭﺃﻟﺬ ﻣﻦ ﺍﻷﻭﻝ: ﻟَﺒَﻨًﺎ ﺧَﺎﻟِﺼﺎ ﺳﺎﺋﻐﺎ،

ﻓَﺈِﺫﺍ ﺗﻤﺖ ﻣُﺪَّﺓ ﺍﻟﺮَّﺿَﺎﻉ، ﻭﺍﻧﻘﻄﻌﺖ ﺍﻟﻄﺮﻳﻘﺎﻥ ﺑﺎﻟﻔﻄﺎﻡ، ﻓﺘﺢ ﻃﺮﻗﺎً ﺃَﺭْﺑَﻌَﺔ ﺃﻛﻤﻞ ﻣِﻨْﻬَﺎ، ﻃﻌﺎﻣﺎﻥ ﻭﺷﺮﺍﺑﺎﻥ، ﻓﺎﻟﻄﻌﺎﻣﺎﻥ ﻣﻦ ﺍﻟْﺤَﻴَﻮَﺍﻥ ﻭﺍﻟﻨﺒﺎﺕ، ﻭﺍﻟﺸﺮﺍﺑﺎﻥ ﻣﻦ ﺍﻟْﻤِﻴَﺎﻩ ﻭﺍﻷﻟﺒﺎﻥ ﻭَﻣَﺎ ﻳُﻀَﺎﻑ ﺇِﻟَﻴْﻬِﻤَﺎ ﻣﻦ ﺍﻟْﻤَﻨَﺎﻓِﻊ ﻭﺍﻟﻤﻼﺫ.

ﻓَﺈِﺫﺍ ﻣَﺎﺕَ ﺍﻧْﻘَﻄَﻌﺖ ﻋَﻨﻪُ ﻫَﺬِﻩ ﺍﻟﻄّﺮﻕ ﺍﻟْﺄَﺭْﺑَﻌَﺔ، ﻟﻜﻨﻪ ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻪُ ﻓﺘﺢ ﻟَﻪُ ﺇِﻥ ﻛَﺎﻥَ ﺳﻌﻴﺪﺍ ﻃﺮﻗﺎ ﺛَﻤَﺎﻧِﻴَﺔ، ﻭَﻫِﻲ ﺃَﺑْﻮَﺍﺏ ﺍﻟْﺠﻨَّﺔ ﺍﻟﺜَّﻤَﺎﻧِﻴﺔ ﻳﺪْﺧﻞ ﻣﻦ ﺃَﻳﻬَﺎ ﺷَﺎﺀَ، ﻓَﻬَﻜَﺬَﺍ ﺍﻟﺮﺏ ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻪُ ﻟَﺎ ﻳﻤْﻨَﻊ ﻋَﺒﺪﻩ ﺍﻟْﻤُﺆﻣﻦ ﺷَﻴْﺌﺎ ﻣﻦ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﺇِﻟَّﺎ ﻭﻳﺆﺗﻴﻪ ﺃﻓﻀﻞ ﻣِﻨْﻪُ ﻭﺃﻧﻔﻊ ﻟَﻪُ،

ﻭَﻟَﻴْﺲَ ﺫَﻟِﻚ ﻟﻐﻴﺮ ﺍﻟْﻤُﺆﻣﻦ، ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﻳﻤﻨﻌﻪُ ﺍﻟْﺤَﻆ ﺍﻟْﺄَﺩْﻧَﻰ ﺍﻟﺨﺴﻴﺲ، ﻭَﻟَﺎ ﻳﺮﺿﻰ ﻟَﻪُ ﺑِﻪِ، ﻟﻴﻌﻄﻴَﻪ ﺍﻟْﺤَﻆ ﺍﻟْﺄَﻋْﻠَﻰ ﺍﻟﻨﻔﻴﺲ .

‏[ ﺍﻟﻔﻮﺍﺋﺪ ﻻﺑﻦ ﺍﻟﻘﻴﻢ ﺹ57 ‏]

Al Imam Al 'Allaamah Ibnul Qayyim rahimahullahu ta'ala:

“Fokuskanlah pikiranmu untuk memikirkan apapun yang diperintahkan Allah kepadamu. Jangan menyibukkannya dengan rezeki yang sudah dijamin untukmu. Karena rezeki dan ajal adalah dua hal yang sudah dijamin, selama masih ada sisa ajal, rezeki pasti datang.

Jika Allah -dengan hikmahNya-berkehendak menutup salah satu jalan rezekimu, Dia pasti -dengan rahmatNya- membukan jalan lain yang lebih bermanfaat bagimu.

Renungkanlah keadaan janin, makanan datang kepadanya, berupa darah dari satu jalan, yaitu pusar. Lalu ketika dia keluar dari perut ibunya dan terputus jalan rezeki itu, Allah membuka untuknya dua jalan rezeki yang lain [yakni dua puting susu ibunya], dan Allah mengalirkan untuknya di dua jalan itu; rezeki yang lebih baik dan lebih lezat dari rezeki yang pertama, itulah rezeki susu murni yang lezat.

Lalu ketika masa menyusui habis, dan terputus dua jalan rezeki itu dengan sapihan, Allah membuka empat jalan rezeki lain yang lebih sempurna dari yang sebelumnya; yaitu dua makanan dan dua minuman. Dua makanan = dari hewan dan tumbuhan. Dan dua minuman = dari air dan susu serta segala manfaat dan kelezatan yang ditambahkan
kepadanya.

Lalu ketika dia meninggal, terputuslah empat jalan rezeki ini, Namun Allah subhanahu membuka baginya -jika dia hamba yang beruntung- delapan jalan rezeki, itulah pintu-pintu surga yang berjumlah delapan, dia boleh masuk surga dari mana saja dia kehendaki. Dan begitulah Allah subhanahu,Dia tidak menghalangi hamba-Nya untuk mendapatkan sesuatu, kecuali Dia berikan sesuatu yang lebih utama dan lebih bermanfaat baginya.

Dan itu tidak diberikan kepada selain orang mukmin, karenanya Dia menghalanginya dari bagian yang rendahan dan murah, dan Dia tidak rela hal tersebut untuknya, untuk memberinya bagian yang mulia dan berharga.”

Al Fawaaid libnil Qayyim hal. 57
¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯
······················
Syabab Ashhabus Sunnah

Untuk fawaid lainnya bisa kunjungi website kami:

www.ittibaus-sunnah.net
➖➖➖➖➖➖➖➖
أصحاب السنة

❂Ashhabus Sunnah❂

PERMATA SALAF-Wasiat 'Ali bin abi Thalib radhiyallahu 'anhu..

ﻗﺎﻝ ﻋﻠﻲ ﺑﻦ ﺃﺑﻲ ﻃﺎﻟﺐ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ :

ﺍﺣﻔﻈﻮﺍ ﻋﻨﻲ ﺧﻤﺴﺎً ﻓﻠﻮ ﺭﻛﺒﺘﻢ ﺍﻹﺑﻞ ﻓﻲ ﻃﻠﺒﻬﻦ ﻷﻧﻀﻴﺘﻤﻮﻫﻦ ﻗﺒﻞ ﺃﻥ ﺗﺪﺭﻛﻮﻫﻦ

ﻻ ﻳﺮﺟﻮ ﻋﺒﺪ ﺇﻻ ﺭﺑﻪ

ﻭﻻ ﻳﺨﺎﻑ ﺇﻻ ﺫﻧﺒﻪ

ﻭﻻ ﻳﺴﺘﺤﻲ ﺟﺎﻫﻞ ﺃﻥ ﻳﺴﺄﻝ ﻋﻤﺎ ﻻ ﻳﻌﻠﻢ

ﻭﻻ ﻳﺴﺘﺤﻲ ﻋﺎﻟﻢ ﺇﺫﺍ ﺳﺌﻞ ﻋﻤﺎ ﻻ ﻳﻌﻠﻢ ﺃﻥ ﻳﻘﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻋﻠﻢ

ﻭﺍﻟﺼﺒﺮ ﻣﻦ ﺍﻹﻳﻤﺎﻥ ﺑﻤﻨﺰﻟﺔ ﺍﻟﺮﺃﺱ ﻣﻦ ﺍﻟﺠﺴﺪ ﻭﻻ ﺇﻳﻤﺎﻥ ﻟﻤﻦ ﻻ ﺻﺒﺮ ﻟﻪ

حلية الأولياء ١/ ٧٦

ººººººººººººººººººººº
•••••••••••••••

‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu berkata:

“Hafalkanlah lima hal dari saya, yang mana seandainya kalian mengendarai unta untuk mencarinya, pasti unta itu sudah binasa sebelum kalian mendapatkannya, yaitu

Janganlah seorang hamba mengharapkan selain Rabbnya,
Janganlah ia merasa takut kecuali kepada dosanya sendiri,

Jangan sampai orang bodoh merasa malu untuk bertanya tentang sesuatu yang tidak ia ketahui,

Jangan sampai orang ‘alim merasa malu untuk mengatakan Allah lebih tahu (Allahu a’lam) tatkala ia ditanya tentang sesuatu yang tidak ia ketahui,

Dan kesabaran (bila dikaitkan dengan) iman adalah bagaikan kedudukan kepala dari tubuh, dan tidak ada keimanan bagi orang yang tidak memiliki kesabaran.”

Hilyatul Auliya 1/76
¨¨¨¨¨¨¨¨¨¨¨¨¨¨¨¨¨¨¨
´´´´´´´´´´´´``````````
Syabab Ashhabus Sunnah

Untuk fawaid lainnya bisa kunjungi website kami:

www.ittibaus-sunnah.net
➖➖➖➖➖➖➖➖
أصحاب السنة

❂Ashhabus Sunnah❂

Minggu, 29 Maret 2015

JANGAN DIAM, SAMPAIKAN AL HAQ

قال سيفُ السُّنة العلامة الشيخ أحمد بن يحيى النجميّ رحمه الله وغفر له :

يجب على طلاب العلم أصحاب المعرفة الذين عرفوا المنهج السلفي وعرفوا المناهج الأخرى

يجب عليهم أن يبينوا لغيرهم أن يقولوا وأن يتكلموا وأن يلقوا الخطب وأن يوضحوا في كل مقام وفي كل مناسبة الحق الذي يجب أن يتبع والباطل الذي يجب أن يترك ويجتنب

أما الذين سكتوا عن بيان الحق للناس فإنهم لايعذرون بسكوتهم ولو قالوا: نحن لسنا معهم

فإنهم لايعذرون

حتى ولو قالوا: نحن لسنا مع هذه الأحزاب الضالة عن طريق الحق

إلا أن ينكروا ماهم عليه من الضلال .

_____________________
● الفتاوى الجَلِيَّة
• ج1 ص40

·····································
••••••••••••••

Berkata Sang Pedang Sunnah al' Allamah asy Syaikh Ahmad bin Yahya an Najmy rahimahullah:

Wajib bagi para thullabul ilmi, yang memiliki pengetahuan, yang mengenal manhaj salaf dan mengenal pula manhaj yang lain,

wajib bagi mereka untuk menjelaskan kepada orang lain, untuk mengatakan, berbicara, menyampaikan khutbah-khutbah, dan untuk menerangkan kebenaran yang wajib untuk diikuti dan kebatilan yang wajib untuk ditinggalkan dan dijauhi,
☝di setiap tempat dan di setiap waktu yang bersesuaian (yang pas).

Adapun orang yang diam dari menjelaskan kebenaran kepada manusia maka mereka tidak diberi udzur karena sikap diamnya mereka itu, meskipun mereka mengatakan: "Kami tidak bersama mereka (kelompok yang menyimpang itu, pen)".

Maka sesungguhya mereka tidak diberi udzur.

Bahkan, meskipun mereka mengatakan: "Kami tidak bersama kelompok-kelompok yang tersesat dari jalan kebenaran ini".

Kecuali mereka juga mengingkari kesesatan yang ada pada kelompok sesat itu.

al Fatawa alJaliyyah, juz 1, hal 40
――――――――――――
•••••••••••••••

✍ hm

Untuk fawaid lainnya bisa kunjungi website kami:

www.ittibaus-sunnah.net
➖➖➖➖➖➖➖➖
أصحاب السنة

❂Ashhabus Sunnah❂

Senin, 23 Maret 2015

Adakah Tholibul Ilmi Yang Terus Saja Berstatus Awam ?

قال فضيلة الشيخ الدكتور عبد الله بن عبد الرحيم البخاري - حفظه الله ورعاه -

هل تعلم أن فى طلاب العلم عوام ؟

أو لا تعلمون هـــــذا!!

ولو انتسب الى طلب العلم،

فليس كل من انتسب الى طلب العلم هو من اهله.

ولذلك هم درجات متفاوتون.

ولا ترتفع عنك العاميّة بكونك لك سنة أو سنتين أو عشرة أو عشرين فى الطلب أبداً لا ترتفع بهذا،

إنما ترتفع العاميّة عنك:

بسلوكك سبيل العلماء فى الأخذِ والتلقي والعمل والاستدلال والسيرِ على هذا السَنَنْ

وأن تعرف قدر نفسك بهذا نقول ترتفع عنك العاميّة شيئاً فشيئاً،

وما تواضع عبدٌ لله إلا رفعه الله

وكلما ازداد المرء عِلماً ازداد لله تواضعاً،

فإذا ما رأيت العكس عَلِمت أنك لا زلتَ فى الأسفل ما ارتفعت بعد،

نسأل الله السلامة والعافية.. انتهى

المصدر:
http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=148251

      ~~~~~~ ❁ ✺ ❁ ~~~~~~

Berkata Syaikh Dr. Abdullah bin Abdirrohim al Bukhory hafizhahullah:

Tahukah anda bahwa diantara para tholibul ilmi (penuntut ilmu) ada yang masih berstatus awam?

Atau kalian tidak tahu hal ini ??!!

Meskipun dinisbahkan (diberi status) sebagai seorang thalibul ilmi, maka tidaklah setiap orang yang diberi status tholibul ilmi maka dia termasuk ahlul ilmi (orang yang berilmu, ulama).

Oleh karena itu, pada mereka itu ada tingkatan-tingkatan yang berbeda-beda.

Tidaklah terangkat darimu status awam hanya karena anda memiliki (pengalaman) setahun, dua tahun, sepuluh tahun atau dua puluh tahun dalam menuntut ilmu, selamanya tidak akan terangkat hanya karena (lamanya menuntut ilmu) ini.

Sesungguhnya status awam anda itu akan terangkat hanya dengan:

-Perilaku anda (sesuai dengan) jalurnya para ulama dalam hal mengambil ilmu, talaqqiy, beramal, cara menggunakan dalil dan berjalan di atas perilaku-perilaku ini.

-Anda mengenali kadar dirimu sendiri.

Dengan cara ini, maka kami katakan: akan terangkat status awam anda sedikit demi sedikit.

Dan tidaklah seorang hamba tawadhu' (merendahkan hati) karena Allah kecuali Allah akan mengangkatnya.

Dan setiap kali bertambah ilmu seseorang, maka bertambah pula ke-tawadhu'-annya kepada Allah.

Jadi, jika apa yang anda lihat adalah sebaliknya berarti anda tahu bahwa anda masih senantiasa berada di tingkat bawah. Anda tidak terangkat setelahnya.

نسأل الله السلمة والعافية.

Wallaahu A'lam

――――――――――――

✍ hm

Untuk fawaid lainnya bisa kunjungi website kami:

www.ittibaus-sunnah.net
➖➖➖➖➖➖➖➖
أصحاب السنة

❂Ashhabus Sunnah❂

Minggu, 22 Maret 2015

Untuk Mereka Yang Di Jarh..

قال العلامة الشيخ مقبل بن هادي الوادعي رحمه الله :

ﺍﻟﺬﻱ ﻳﻘﻮﻝ ﺇﻧﻪ ﺍﻧﺘﻬﻰ ﻳﺎ ﺇﺧﻮﺍﻥ ﻫﻢ ﻳﻌﻠﻤﻮﻥ ﺃﻧﻬﻢ ﻣﺠﺮﻭﺣﻮﻥ ، ﻣﻦ ﺃﺟﻞ ﻫﺬﺍ ﻣﺎ ﻳﺮﻳﺪﻭﻥ ﺃﻥ ﻳﺘﻜﻠﻢ ﺃﺣﺪ ﻓﻲ ﺍﻟﺠﺮﺡ ﻭﺍﻟﺘﻌﺪﻳﻞ، ﺍﻟﺘﻘﻴﺖ ﻓﻲ ﺃﻧﺎﺱ ﻣﻨﻬﻢ ﻋﻨﺪ ﻣﻜﺘﺐ ﺍﻟﺘﻮﺟﻴﻪ ﻭﺍﻹﺭﺷﺎﺩ ﺑﻌﺪ ﺧﺮﻭﺝ ‏( ﺍﻟﻤﺨﺮﺝ ﻣﻦ ﺍﻟﻔﺘﻨﺔ ‏) ﻭﻳﻘﻮﻟﻮﻥ: ‏(ﻏﻴﺒﺔ، ﺍﻟﻤﺨﺮﺝ ﻣﻦ ﺍﻟﻔﺘﻨﺔ ﻏﻴﺒﺔ، ﻫﻮ ﻣﺪﺧﻞ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻔﺘﻨﺔ ‏) .

ﻭﺑﻌﺪﻫﺎ ﻣﺎﺫﺍ؟، ﻗﻠﺖ ﻟﻬﻢ ﻭﻗﺎﻟﻮﺍ ﻟﻨا ﺳﻨﺼﻄﻠﺢ، ﺳﻨﺼﻄﻠﺢ ﻗﻮﻟﻮﺍ ﻟﻬﻢ ﻳﺴﻜﺘﻮﻥ ﻭﺳﻨﺼﻄﻠﺢ ﻣﺎ ﻳﻘﻠﻘﻮﻥ ﻭﻻ ﺷﻲﺀ،

ﻗﺎﻟﻮﺍ: ‏(ﺇﻳﻪ ﻗﺪ ﻟﻄﻤﺘﻨﺎ ﻭﺑﻌﺪﻫﺎ ﻧﺼﻄﻠﺢ !!‏) ﺇﺫ ﻟﻄﻤﺘﻨﺎ ﻭﻫﻮ ﺻﺤﻴﺢ ﻣﺎ ﻗﻠﺖ ﻧﺼﻄﻠﺢ؟ !،

http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=124198

Al 'Allaamah Asy Syaikh Muqbil bin Hadiy Al Wadi'iy rahimahullah berkata:

"Orang yang mengatakan bahwa jarh wa ta'dil telah berakhir, wahai ikhwan, mereka tahu bahwa diri mereka adalah ORANG-ORANG YANG DI JARH. Karena inilah, mereka tidak ingin ada orang yang berbicara tentang al jarh wat ta’dil. Aku telah bertemu dengan orang-orang yang setipe mereka di Maktab At Taujih wal Irsyad (kantor bimbingan dan pengarahan) setelah terbitnya kitab Al Makhraj minal Fitnah (jalan keluar dari fitnah). Mereka berkata: “Ghibah. Kitab Al Makhraj minal Fitnah adalah ghibah. Kitab itu adalah jalan masuk ke dalam fitnah.”

Setelah itu apa? Aku telah berkata kepada mereka dan mereka pun berkata kepada kami: “Kita akan berdamai. Kita akan berdamai.” Katakan kepada mereka supaya DIAM, tidak gelisah dan tidak pula bersikap yang lain, baru kita akan berdamai.

Mereka telah berkata: “Sungguh engkau telah menampar kami, dan setelah itu kita berdamai?!”
(Perkataan mereka) "Engkau menampar kami" itu benar. Tetapi aku tidaklah berkata: “Kita akan berdamai.”

Syabab Ashhabus Sunnah - Muraja'ah : Ustadz Muhammad Rofi hafizhahullah

Untuk fawaid lainnya bisa kunjungi website kami:

www.ittibaus-sunnah.net
➖➖➖➖➖➖➖➖
أصحاب السنة

❂Ashhabus Sunnah❂

DI ANTARA BENTUK TIPU-DAYA HIZBIYYUN

قال العلامة ربيع المدخلي:

القطبية ما راجت إلا بهذا التستر من وراء ابن تيمية وابن القيم وابن باز والألباني وابن عثيمين وغيرهم من الشخصيات المعتبرة المقبولة عند الناس في العالم ،

فيقولون : نحن تلاميذ ابن باز ونحن على منهج السلف ، ومن تلاميذ الألباني ، ونحن تلاميذ ابن عثيمين ،

ويوهمون الناس أن هؤلاء الأئمة معهم فتنطلي ألاعيبهم على كثير من الشباب الذين يحبون العلم ويحبون العلماء ويحبون الإسلام ويحبون الحق ، لكن ألاعيب هؤلاء تخدع كثيرا من الناس فيقعون في حبائلهم .

الذريعة إلى بيان مقاصد كتاب الشريعة [101/2]

Berkata Syaikh al'Allamah Robi' al Madkholy hafizhahullah:

Tidaklah manhaj Quthbiyah itu laris kecuali dengan cara bersembunyi seperti ini, bersembunyi dibalik punggung Ibnu Taimiyah, Ibnul Qoyyim, Ibnu Baaz, alAlbany, Ibny Utsaimin dan yang selain mereka, dari tokoh-tokoh yang diakui dan diterima oleh manusia di dunia.

Maka mereka mengatakan: "Kami adalah murid-muridnya Ibnu Baaz, kami di atas manhaj salaf, kami termasuk murid-muridnya al Albany, kami adalah murid-muridnya Ibnu Utsaimin".

Dan mereka berusaha menggambarkan/mengkhayalkan pada manusia bahwa para ulama ini bersama mereka, lalu mereka memoles sikap main-main mereka pada kebanyakan pemuda yang mencintai ilmu, mencintai ulama, mencintai Islam dan mencintai kebenaran. Sekalipun begitu, sikap main-main mereka ini menipu kebanyakan manusia lalu mereka terjatuh ke dalam jeratan mereka.

adz Dzari'ah ila Bayani Maqoshidi Kitabis Syari'ah: 2/101

Untuk fawaid lainnya bisa kunjungi website kami:

www.ittibaus-sunnah.net
➖➖➖➖➖➖➖➖
أصحاب السنة

❂Ashhabus Sunnah❂

Kamis, 25 Desember 2014

9 HAL PADA DIRINYA..

Dikatakan kepada Sahl bin Abdullah rohimahulloh:

“Kapankah seseorang itu mengetahui
bahwa dirinya di atas sunnah dan jama’ah?

Dia berkata:
"Apabila dia mengetahui adanya sembilan hal pada dirinya:

-Dia tidak meninggalkan jamaah.

-Dia tidak mencela para shahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

-Dia tidak memberontak umat ini dengan pedang.

-Dia tidak mendustakan takdir.

-Dia tidak ragu-ragu dalam beriman.

-Dia tidak memperdebatkan masalah agama.

-Dia menshalati Ahlul Kiblat yang mati dalam keadaan berdosa.

-Dia mengusap kedua sepatu pada waktu bepergian atau mukim (yaitu mengimani adanya sunnah tersebut).

-Dia tidak meninggalkan shalat di belakang penguasa baik itu yang lalim maupun yang adil.

Syarh Ushul I'tiqod Ahlussunnah wal Jama'ah lil Laalikaai 183
_____
F.I.S Forum Ikhwah Salafiyyin
منتدى الإخوان السلفيين

ﻗﻴﻞ ﻟﺴﻬﻞ ﺑﻦ ﻋﺒﺪﺍﻟﻠﻪ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ :

"ﻣﺘﻰ ﻳﻌﻠﻢ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﺃﻧﻪ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﻭﺍﻟﺠﻤﺎﻋﺔ؟ "،

ﻗﺎﻝ :
ﺇﺫﺍ ﻋﺮﻑ ﻣﻦ ﻧﻔﺴﻪ تسع  ﺧﺼﺎﻝ:

- ﻻ ﻳﺘﺮﻙ ﺍﻟﺠﻤﺎﻋﺔ.

- ﻻ ﻳﺴﺐ ﺃﺻﺤﺎﺏ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ.

- ﻻ ﻳﺨﺮﺝ ﻋﻠﻰ ﻫﺬﻩ ﺍﻷﻣﺔ ﺑﺴﻴﻒ.

- ﻻ ﻳﻜﺬﺏ ﺑﺎﻟﻘﺪﺭ.

- ﻻ ﻳﺸﻚ ﻓﻲ ﺍﻹﻳﻤﺎﻥ.

- ﻻ ﻳﻤﺎﺭﻱ ﻓﻲ ﺍﻟﺪﻳﻦ.

- ﻻ ﻳﺘﺮﻙ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻋﻠﻰ ﻣﻦ ﻳﻤﻮﺕ ﻣﻦ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﻘﺒﻠﺔ ﺑﺎﻟﺬﻧﺐ.

- ﻻ ﻳﺘﺮﻙ ﺍﻟﻤﺴﺢ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺨﻔﻴﻦ.

- ﻻ ﻳﺘﺮﻙ ﺍﻟﺠﻤﺎﻋﺔ ﺧﻠﻒ ﻛﻞّ ﻭﺍﻝٍ ﺟﺎﺭ ﺃﻭ ﻋﺪﻝ.

[ﺷﺮﺡ ﺃﺻﻮﻝ ﺍﻋﺘﻘﺎﺩ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﻭﺍﻟﺠﻤﺎﻋﺔ ﻟﻼﻟﻜﺎﺋﻲ ‏(١٨٣)]

Rabu, 24 Desember 2014

PISAHKAN DIRI DENGAN MUBTADI'

Syaikh Muqbil bin Hadiy  Al-Wadi’i Rahimahullah berkata:

“Kami nasehatkan kepada Ahlus sunnah untuk tamyiz (memisahkan diri mereka dengan ahlu bid'ah) dan agar membangun masjid bagi mereka sendiri walaupun dari batu bata atau pelepah kurma, dikarenakan mereka tidak akan mampu menyebarkan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa ‘ala aalihi wa sallam kecuali dengan tamyiz dan kecuali ahlu bid’ah tidak akan membiarkan mereka menyebarkan sunnah.”

Tuhfatul Mujiib 1/167

F. I. S Forum Ikhwah Salafiyyin
منتدى الإخوان السلفيين

قال الشيخ مقبل بن هادي الوادعي رحمه الله :

ﻭﻧﻨﺼﺢ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﺃﻥ ﻳﺘﻤﻴﺰﻭﺍ ﻭﺃﻥ ﻳﺒﻨﻮﺍ ﻟﻬﻢ ﻣﺴﺎﺟﺪ ﻭﻟﻮ ﻣﻦ ﺍﻟﻠﺒﻦ ﺃﻭ ﻣﻦ ﺳﻌﻒ ﺍﻟﻨﺨﻞ، ﻓﺈﻧّﻬﻢ ﻟﻦ ﻳﺴﺘﻄﻴﻌﻮﺍ ﺃﻥ ﻳﻨﺸﺮﻭﺍ ﺳﻨﺔ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ  ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻟﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺇﻻ ﺑﺎﻟﺘﻤﻴّﺰ ﻭﺇﻻ ﻓﺎﻟﻤﺒﺘﺪﻋﺔ ﻟﻦ ﻳﺘﺮﻛﻮﻫﻢ ﻳﻨﺸﺮﻭﻥ ﺍﻟﺴﻨﺔ

تحفة المجيب ١/ ١٦٧

SIKAP PERTENGAHAN DALAM PERKARA DUNIA

Pertanyaan:
Fadhilatusy Syaikh, Apakah bersolek dan berpakaian mewah serta memakai parfum-parfum yang mewah berarti tidak zuhud?

Jawaban:
Seseorang itu hendaknya bersikap pertengahan. Jika seseorang dilimpahkan kenikmatan oleh Allah hendaknya ia bersikap pertengahan dalam menggunakan pakaian, parfum atau kendaraan. Tidak pula berpenampilan seperti orang faqir juga tidak menafikan bahwa nikmat tersebut dari Allah. Intinya, hendaknya ia bersikap pertengahan, karena itulah yang paling terbaik. Tidak pelit dan tidak juga boros.

ﻭَﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺇِﺫَﺍ ﺃَﻧْﻔَﻘُﻮﺍ ﻟَﻢْ ﻳُﺴْﺮِﻓُﻮﺍ ﻭَﻟَﻢْ ﻳَﻘْﺘُﺮُﻭﺍ

“Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian” [Al Furqan: 67]

Maka hendaknya ia bersikap pertengahan antara bakhil dan berlebih-lebihan. Na'am

F. I. S Forum Ikhwah Salafiyyin
منتدى الإخوان السلفيين

ﺍﻟﺴﺆﺍﻝ:
ﻓﻀﻴﻠﺔ ﺍﻟﺸﻴﺦ : ﻫﻞ ﺍﻟﺘﺠﻤﻞ ﻭﻟﺒﺲ ﺍﻟﻤﻼﺑﺲ ﺍﻟﻔﺎﺧﺮﺓ ﻭﺍﻟﺘﻄﻴﺐ ﺑﺄﻧﻮﺍﻉ ﺍﻟﻄﻴﺐ ﺍﻟﻔﺎﺧﺮ ﻳﻨﺎﻓﻲ ﺍﻟﺰﻫﺪ ؟

ﺍﻟﺠﻮﺍﺏ:
ﻳﺘﻮﺳﻂ ﺍﻹﻧﺴﺎﻥ، ﺍﻹﻧﺴﺎﻥ ﻳﺘﻮﺳﻂ، ﺇﺫﺍ ﺃﻋﻄﺎﻩ ﺍﻟﻠﻪ ﻧﻌﻤﺔ ﻳﺘﻮﺳﻂ ﻣﺎ ﻳﺴﺮﻑ ﻓﻲ ﺍﻟﻠﺒﺎﺱ ﻭﺍﻟﻄﻴﺐ ﻭﺍﻟﻤﺮﺍﻛﺐ، ﻭﻻ ﻳﻜﻮﻥ ﻛﻬﻴﺌﺔ ﺍﻟﻔﻘﺮﺍﺀ؛ ﻓﻴﺠﺤﺪ ﻧﻌﻤﺔ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ. ﻓﻠﻴﺘﻮﺳﻂ ﻓﻲ ﺃﻣﺮﻩ، ﻭﺧﻴﺮ ﺍﻷﻣﻮﺭ ﺍﻟﻮﺳﻂ، ﺑﻴﻦ ﺍﻟﺒﺨﻞ ﻭﺍﻟﺘﺒﺬﻳﺮ،

‏(ﻭَﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺇِﺫَﺍ ﺃَﻧْﻔَﻘُﻮﺍ ﻟَﻢْ ﻳُﺴْﺮِﻓُﻮﺍ ﻭَﻟَﻢْ ﻳَﻘْﺘُﺮُﻭﺍ ‏) ‏[ﺍﻟﻔﺮﻗﺎﻥ : 67 ‏] ،

ﻭﺳﻂ ﺑﻴﻦ ﺍﻹﻗﺘﺎﺭ ﻭﺍﻟﺒﺨﻞ ﻭﺑﻴﻦ ﺍﻹﺳﺮﺍﻑ . ﻧﻌﻢ

http://alfawzan.af.org.sa/node/2363
▲▼▲▼▲▼▲▼▲

TERMASUK AMALAN YANG DIPERINTAHKAN ALLAH

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:

“Hajr syar’i termasuk amalan yang diperintahkan Allah dan rasul-Nya. Amalan ketaatan haruslah diniatkan ikhlas karena Allah dan sesuai dengan perintah-Nya, sehingga amalan itu tergolong ikhlas karena Allah dan benar (sesuai sunnah).

Barangsiapa yang melakukan hajr karena hawa nafsunya atau melakukan hajr yang tidak diperintahkan (tidak syar’i), maka perbuatan itu keluar dari ketaatan.

Betapa banyak perbuatan yang dilakukan oleh jiwa-jiwa yang mengikuti hawa nafsunya, namun ia menyangka perbuatannya termasuk ketaatan pada Allah”

Majmuu’ Al Fatawaa, 28/207

F. I. S Forum Ikhwah Salafiyyin
منتدى الإخوان السلفيين

قال شيخ الإسلام إبن تيمية رحمه الله :

ﺍﻟﻬﺠﺮﺓ ﺍﻟﺸﺮﻋﻴﺔ ﻫﻲ ﻣﻦ ﺍﻷﻋﻤﺎﻝ ﺍﻟﺘﻲ ﺃﻣﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻬﺎ ﻭﺭﺳﻮﻟﻪ ﻓﺎﻟﻄﺎﻋﺔ ﻻ ﺑﺪ ﺃﻥ ﺗﻜﻮﻥ ﺧﺎﻟﺼﺔ ﻟﻠﻪ ﻭ ﺃﻥ ﺗﻜﻮﻥ ﻣﻮﺍﻓﻘﺔ ﻷﻣﺮﻩ ﻓﺘﻜﻮﻥ ﺧﺎﻟﺼﺔ ﻟﻠﻪ ﺻﻮﺍﺑﺎ

ﻓﻤﻦ ﻫﺠﺮ ﻟﻬﻮﻯ ﻧﻔﺴﻪ ﺃﻭ ﻫﺠﺮ ﻫﺠﺮﺍ ﻏﻴﺮ ﻣﺄﻣﻮﺭ ﺑﻪ ﻛﺎﻥ ﺧﺎﺭﺟﺎ ﻋﻦ ﻫﺬﺍ

ﻭﻣﺎ ﺃﻛﺜﺮ ﻣﺎ ﺗﻔﻌﻞ ﺍﻟﻨﻔﻮﺱ ﻣﺎ ﺗﻬﻮﺍﻩ ﻇﺎﻧﺔ ﺃﻧﻬﺎ ﺗﻔﻌﻠﻪ ﻃﺎﻋﺔ ﻟﻠﻪ

مجموع الفتاوى ٢٨/ ٢٠٧

PEMBANGKANG SEPERTI FIR'AUN DAN IBLIS

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:

“Tidak ada khilaf diantara umat ini bahwa TAUHID harus terdapat dalam hati berupa ilmu, harus terdapat dalam lisan berupa perkataan dan harus terdapat dalam amal berupa perwujudan terhadap perintah dan larangan.

Jika salah satu dari ketiganya hilang, maka ia bukanlah seorang muslim. Jika ia berikrar dengan TAUHID, namun tidak beramal dengannya maka ia kafir, pembangkang seperti Fir’aun dan Iblis. Jika ia beramal dengan TAUHID secara zhahir, namun tidak meyakininya dalam batin, maka ia seorang munafik tulen yang lebih jelek dari orang kafir”

Ad Durar As Saniyyah, 2/124-125]
✵ ✵ ✵

F. I. S Forum Ikhwah Salafiyyin
منتدى الإخوان السلفيين

قال شيخ الإسلام إبن تيمية رحمه الله :

ﻻ ﺧﻼﻑ ﺑﻴﻦ ﺍﻷﻣﺔ, ﺃﻥ ﺍﻟﺘﻮﺣﻴﺪ: ﻻﺑﺪ ﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﺑﺎﻟﻘﻠﺐ , ﺍﻟﺬﻱ ﻫﻮ ﺍﻟﻌﻠﻢ؛ ﻭﺍﻟﻠﺴﺎﻥ, ﺍﻟﺬﻱ ﻫﻮ ﺍﻟﻘﻮﻝ ﻭﺍﻟﻌﻤﻞ, ﺍﻟﺬﻱ ﻫﻮ ﺗﻨﻔﻴﺬ: ﺍﻷﻭﺍﻣﺮ ﻭﺍﻟﻨﻮﺍﻫﻲ؛

ﻓﺈﻥ ﺃﺧﻞ ﺑﺸﻲﺀ ﻣﻦ ﻫﺬﺍ, ﻟﻢ ﻳﻜﻦ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﻣﺴﻠﻤﺎ, ﻓﺈﻥ ﺃﻗﺮ ﺑﺎﻟﺘﻮﺣﻴﺪ, ﻭﻟﻢ ﻳﻌﻤﻞ ﺑﻪ, ﻓﻬﻮ : ﻛﺎﻓﺮ, ﻣﻌﺎﻧﺪ, ﻛﻔﺮﻋﻮﻥ, ﻭﺇﺑﻠﻴﺲ؛ ﻭﺇﻥ ﻋﻤﻞ ﺑﺎﻟﺘﻮﺣﻴﺪ ﻇﺎﻫﺮﺍً, ﻭﻫﻮ ﻻ ﻳﻌﺘﻘﺪﻩ ﺑﺎﻃﻨﺎً, ﻓﻬﻮ: ﻣﻨﺎﻓﻖ ﺧﺎﻟﺼﺎً, ﺃﺷﺮ ﻣﻦ ﺍﻟﻜﺎﻓﺮ.

الدرر السنية ٢/ ١٢٤-١٢٥

Selasa, 23 Desember 2014

HARUS TETAP TEGAK..

Seorang sayyid (pemimpin) ibadah sesudah generasi sahabat Uwais Al Qarny, bahwasanya beliau pernah berkata:

"Sesungguhnya amar ma`ruf dan nahi munkar itu TIDAK MENGENAL TEMAN,

kami perintah teman-teman kami untuk berbuat baik meskipun mereka mencaci maki diri kami dan mereka didukung oleh orang-orang fasiq,

bahkan demi Allah, mereka menuduh kami dengan berbagai tuduhan keji, sungguh aku bersumpah demi Allah bahwa aku tidak akan meninggalkan tugas  mulia itu terhadap mereka."

Al I'tisham lil Imam Asy Syathibi juz 1 hal. 39

ﺳﻴﺪ ﺍﻟﻌﺒﺎﺩ ﺑﻌﺪ ﺍﻟﺼﺤﺎﺑﺔ ﺃﻭﻳﺲ ﺍﻟﻘﺮﻧﻲ ﺃﻧﻪ ﻗﺎﻝ :

ﺇﻥ ﺍﻷﻣﺮ ﺑﺎﻟﻤﻌﺮﻭﻑ ﻭﺍﻟﻨﻬﻲ ﻋﻦ ﺍﻟﻤﻨﻜﺮ ﻟﻢ ﻳﺪﻋﺎ ﻟﻠﻤﺆﻣﻦ ﺻﺪﻳﻘﺎ:

ﻧﺄﻣﺮﻫﻢ ﺑﺎﻟﻤﻌﺮﻭﻑ ، ﻓﻴﺸﺘﻤﻮﻥ ﺃعرضنا ، ﻭﻳﺠﺪﻭﻥ ﻓﻲ ﺫﻟﻚ ﺃﻋﻮﺍﻧﺎ ﻣﻦ ﺍﻟﻔﺎﺳﻘﻴﻦ ،

ﺣﺘﻰ ﻭﺍﻟﻠﻪ ﻟﻘﺪ ﺭﻣﻮﻧﻲ ﺑﺎﻟﻌﻈﺎﺋﻢ ، ﻭﺍﻳﻢ ﺍﻟﻠﻪ ، ﻻ ﺃﺩﻉ ﺃﻥ ﺃﻗﻮﻡ فيهم بحقه

ﺍﻻﻋﺘﺼﺎﻡ ﻟﻺﻣﺎﻡ ﺍﻟﺸﺎﻃﺒﻲ ﺍﻟﺠﺰﺀ ﺍﻷﻭﻝ ﺹ: 39

HAYAKUMULLAH AHLUS SUNNAH

Al 'Allaamah Asy Syaikh Robi' bin Hadiy Al Madkholiy hafizhohulloh:

"Jika engkau mukmin yang lemah maka janganlah engkau mengecewakan saudaramu, dan jika engkau kuat maka jangan engkau menghancurkan saudaramu yang lemah. Hendaklah mereka saling bekerja sama dan hendaknya mereka menjadikan diri diri mereka bersatu."

Sumber:
Kitab Jama’ah Wahidah Laa Jamaa’aat wa Shiraat Wahid Laa Asyaraat lil 'Allaamah Robi' Al Madkholiy

F. I. S Forum Ikhwah Salafiyyin
منتدى الإخوان السلفيين

قال العلامة الشيخ ربيع بن هادي المدخلي حفظه الله :

ﺇﺫﺍ ﻛﻨﺖ ﻣﺆﻣﻨﺎ ﺿﻌﻴﻔﺎ ﻻ ﺗﺨﺬﻝ ﺃﺧﺎﻙ ﻭﺇﺫﺍ ﻛﻨﺖ ﻗﻮﻳﺎ ﻓﻼ ﺗﺤﻄﻢ ﺃﺧﺎﻩ ﺍﻟﻀﻌﻴﻒ، ﻓﻠﻴﺘﻤﺎﺳﻜﻮﺍ ﻭﻟﻴﺠﻌﻠﻮﺍ ﻣﻦ ﺃﻧﻔﺴﻬﻢ ﺟﻤﺎﻋﺔ ﻭﺍﺣﺪﺓ

المصدر :
الكتاب ﺟﻤﺎﻋﺔ ﻭﺍﺣﺪﺓ ﻻ ﺟﻤﺎﻋﺎﺕ ﻭﺻﺮﺍﻁ ﻭﺍﺣﺪ ﻻ ﻋﺸﺮﺍﺕ للشيخ ربيع المدخلي

JANGAN LUPAKAN KITAB RUDUD

Syaikh al-‘Allamah Zaid bin Muhammad bin Hadi al-Madkhali rahimahullah berkata:

Tidak boleh bagi seorang pun beralasan dengan minimnya ilmu dalam masalah thaharah dan shalat, untuk menghalangi manusia dari mendengarkan, menuliskan, mengambil faidah dari KITAB-KITAB RUDUD, serta membacanya.

F. I. S Forum Ikhwah Salafiyyin
منتدى الإخوان السلفيين

قال ﺍﻟﺸﻴﺦ ﺍﻟﻌﻼﻣﺔ ﺯﻳﺪ ﺑﻦ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﻫﺎﺩﻱ المدخلي رحمه الله:

ﻓﻼ ﻳﺠﻮﺯ ﻷﺣﺪ ﺃﻥ ﻳﺘﺬﺭَّﻉ ﺑﻘﻠﺔ ﺍﻟﻔﻘﻪ ﻓﻲ ﺍﻟﻄﻬﺎﺭﺓ ﺃﻭ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻳﺘﺬﺭﻉ ﺑﺬﻟﻚ ﻟﻴُﺤﺮِﻡ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻣﻦ ﺳﻤﺎﻉ ﻛﺘﺐ ﺍﻟﺮﺩﻭﺩ ﻭ ﻛﺘﺎﺑﺘﻬﺎ ﻭ ﺍﻹﺳﺘﻔﺎﺩﺓ ﻣﻨﻬﺎ ﻭﻗﺮﺍﺀﺗﻬﺎ

http://www.sahab.net/forums/?showtopic=134687

LEBIH CEPAT DARI ALIRAN AWAN

Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata:

"Waktu seseorang itulah hakekat umurnya, dialah penentu kehidupan abadinya (di kemudian hari), apakah dalam kenikmatan abadi ataukah dalam kehidupan sengsara dalam adzab abadi yang pedih…

Waktu berlalu lebih cepat dari aliran awan.

Maka siapa saja yang waktunya dihabiskan untuk Allah dan karena Allah maka waktu itulah hakekat umur dan kehidupannya.

Adapun selain itu (jika waktunya tidak dihabiskan untuk dan karena Allah) maka waktu tersebut pada hakekatnya bukanlah termasuk kehidupannya, akan tetapi kehidupannya laksana ibarat kehidupan hewan. Jika ia menghabiskan waktunya dalam kelalaian dan syahwat, serta angan-angan yang batil, dan waktu yang terbaiknya adalah yang ia gunakan untuk tidur dan nganggur maka MATINYA orang yang seperti ini lebih baik dari pada hidupnya"

Al Jawaab Al Kaafi hal 109
________
F. I. S Forum Ikhwah Salafiyyin
منتدى الإخوان السلفيين

ﻗﺎﻝ ﺍﺑﻦ ﺍﻟﻘﻴﻢ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ: 

"ﻭﻗﺖُ ﺍﻹﻧﺴﺎﻥ ﻫﻮ ﻋﻤﺮﻩ ﻓﻲ ﺍﻟﺤﻘﻴﻘﺔ، ﻭﻫﻮ ﻣﺎﺩﺓ ﺣﻴﺎﺗﻪ ﺍﻷﺑﺪﻳﺔ ﻓﻲ ﺍﻟﻨﻌﻴﻢ ﺍﻟﻤﻘﻴﻢ، ﻭﻣﺎﺩﺓ ﻣﻌﻴﺸﺘﻪ ﺍﻟﻀﻨﻚ ﻓﻲ ﺍﻟﻌﺬﺍﺏ ﺍﻷﻟﻴﻢ،

ﻭﻫﻮ ﻳﻤﺮ ﻣﺮ ﺍﻟﺴﺤﺎﺏ،

ﻓﻤﻦ ﻛﺎﻥ ﻭﻗﺘﻪ ﻟﻠﻪ ﻭﺑﺎﻟﻠﻪ ﻓﻬﻮ ﺣﻴﺎﺗﻪ ﻭﻋﻤﺮﻩ،

ﻭﻏﻴﺮ ﺫﻟﻚ ﻟﻴﺲ ﻣﺤﺴﻮﺑًﺎ ﻣﻦ ﺣﻴﺎﺗﻪ ﻭﺇﻥ ﻋﺎﺵ ﻓﻴﻪ ﻋﻴﺶ ﺍﻟﺒﻬﺎﺋﻢ، ﻓﺈﺫﺍ ﻗﻄﻊ ﻭﻗﺘﻪ ﻓﻲ ﺍﻟﻐﻔﻠﺔ ﻭﺍﻟﺴﻬﻮ ﻭﺍﻷﻣﺎﻧﻲ ﺍﻟﺒﺎﻃﻠﺔ، ﻛﺎﻥ ﺧﻴﺮ ﻣﺎ ﻗﻄﻌﻪ ﺑﻪ ﺍﻟﻨﻮﻡ ﻭﺍﻟﺒﻄﺎﻟﺔ، ﻓﻤﻮﺕ ﻫﺬﺍ ﺧﻴﺮ ﻣﻦ ﺣﻴﺎﺗﻪ".

ﺍﻟﺠﻮﺍﺏ ﺍﻟﻜﺎﻓﻲ‏(ﺹ 109

Senin, 22 Desember 2014

MUTIARA DARI UCAPAN SALAF

Ibnu Taimiyyah Rahimahullah berkata:

”Jika kamu mencintai seseorang karena Allah, maka sebenarnya Allah jualah yang kamu cintai. Setiap kali kamu mengilustrasikan-Nya dalam hatimu, maka kamu mengilustrasikan Kekasih yang sejati lalu kamu mencintainya, sehingga bertambahlah cintamu kepada Allah.

Demikian pula ketika kamu mengingat Nabi Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam dan para Nabi dan Rasul sebelumnya serta para sahabat mereka yang shalih, dan kamu mengilustrasikan mereka dalam hatimu, maka itu akan membawa hatimu kepada cinta Allah yang memberi nikmat kepada mereka, apabila kamu mencintai mereka karena Allah;

Sebab orang yang dicintai karena Allah akan membawa kepada Mahabbatullah (cinta Allah). Orang yang mencintai karena Allah, apabila mencintai seseorang karena Allah, maka Allahlah sebenarnya yang dicintainya; sebab dia senang kekasihnya membawanya kepada Allah. Masing-masing, baik orang yang mencintai karena Allah maupun orang yang dicintai karena Allah akan mengantarkan kepada Allah.

Majmu Al Fatawa 10/608

F. I. S Forum Ikhwah Salafiyyin
منتدى الإخوان السلفيين

ﻗﺎﻝ ﺍﺑﻦ ﺗﻴﻤﻴﺔ رحمه الله:

ﺇﻧَّﻚ ﺇﺫﺍ ﺃﺣﺒﺒﺖ ﺍﻟﺸﺨﺺ ﻟﻠﻪ، ﻛﺎﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻫﻮ ﺍﻟﻤﺤﺒﻮﺏ ﻟﺬﺍﺗﻪ، ﻓﻜﻠَّﻤﺎ ﺗﺼﻮﺭﺗﻪ ﻓﻲ ﻗﻠﺒﻚ، ﺗﺼﻮَّﺭﺕ ﻣﺤﺒﻮﺏ ﺍﻟﺤﻖ ﻓﺄﺣﺒﺒﺘﻪ، ﻓﺎﺯﺩﺍﺩ ﺣﺒُّﻚ ﻟﻠﻪ،

ﻛﻤﺎ ﺇﺫﺍ ﺫﻛﺮﺕ ﺍﻟﻨَّﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ، ﻭﺍﻷﻧﺒﻴﺎﺀ ﻗﺒﻠﻪ ﻭﺍﻟﻤﺮﺳﻠﻴﻦ ﻭﺃﺻﺤﺎﺑﻬﻢ ﺍﻟﺼﺎﻟﺤﻴﻦ، ﻭﺗﺼﻮﺭﺗﻬﻢ ﻓﻲ ﻗﻠﺒﻚ، ﻓﺈﻥَّ ﺫﻟﻚ ﻳﺠﺬﺏ ﻗﻠﺒﻚ ﺇﻟﻰ ﻣﺤﺒﺔ ﺍﻟﻠﻪ، ﺍﻟﻤﻨﻌﻢ ﻋﻠﻴﻬﻢ، ﻭﺑﻬﻢ، ﺇﺫﺍ ﻛﻨﺖ ﺗﺤﺒﻬﻢ ﻟﻠﻪ.

ﻓﺎﻟﻤﺤﺒﻮﺏ ﻟﻠﻪ ﻳﺠﺬﺏ ﺇﻟﻰ ﻣﺤﺒﺔ ﺍﻟﻠﻪ، ﻭﺍﻟﻤﺤﺐُّ ﻟﻠﻪ ﺇﺫﺍ ﺃﺣﺐَّ ﺷﺨﺼًﺎ ﻟﻠﻪ، ﻓﺈﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻫﻮ ﻣﺤﺒﻮﺑﻪ، ﻓﻬﻮ ﻳﺤﺐُّ ﺃﻥ ﻳﺠﺬﺑﻪ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ، ﻭﻛﻞٌّ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﺤﺐِّ ﻟﻠﻪ ﻭﺍﻟﻤﺤﺒﻮﺏ ﻟﻠﻪ ﻳﺠﺬﺏ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻠﻪ ‏

مجموع الفتاوى ١٠ /٦٠٨

SETENGAH DARI ILMU

Asy Syaikh Robi' bin Hadiy Al Madkholiy hafizhahullah berkata:

"Dan dalam segala hal sepantasnya bagi seorang 'alim untuk mentarbiyah (mendidik) murid muridnya pada perkataan: SAYA TIDAK TAHU, karena sesungguhnya perkataan tersebut adalah setengah dari ilmu."

Sumber dari Al Jawabul Kafiy Liman Sa ala 'An Ad Dawaa Asy Syafiy Kaset 02 menit 9:15 detik
_____________________

F. I. S Forum Ikhwah Salafiyyin
منتدى الإخوان السلفيين

قال ﺍﻟﺸﻴﺦ ﺭﺑﻴﻊ ﺑﻦ ﻫﺎﺩﻱ ﺍﻟﻤﺪﺧﻠﻲ ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ:

وعلى كل حال ﻳﻨﺒﻐﻲ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻌﺎﻟﻢ ﺃﻥ ﻳﺮﺑﻲ ﺗﻼﻣﻴﺬﻩ ﻋﻠﻰ ﻗﻮﻝ : ﻻ ﺃﺩﺭﻱ؛ فإنها ﻧﺼﻒ ﺍﻟﻌﻠﻢ.

ﺍﻟﻤﺼﺪﺭ ﻣﻦ ﺍﻟﺠﻮﺍﺏ ﺍﻟﻜﺎﻓﻲ ﻟﻤﻦ ﺳﺄﻝ ﻋﻦ ﺍﻟﺪﻭﺍﺀ ﺍﻟﺸﺎﻓﻲ ﻟﻠﺸﻴﺦ ﺭﺑﻴﻊ ﺍﻟﻤﺪﺧﻠﻲ –
ﺍﻟﺸﺮﻳﻂ 02 ﺍﻟﺪﻗﻴﻘﺔ 9 ﻭ 15 ﺛﺎﻧﻴﺔ