Tampilkan postingan dengan label Kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Maret 2015

Termasuk Rahmat Allah Dan Kebaikan-Nya Kepada Para Hamba

قال الشيخ زيد المدخلي رحمه الله:

أذكر أن أحد طلاب العلم قال:

أشكو النسيان إذا قرأت أنسى

فقال له آخر

من رحمة الله عز وجل وإحسانه إلى الخلق أنهم ينسون فإذا نسي الإنسان راجع فإذا راجع القراءة كسب مكاسب أفضل مما لو قرأ وحفظ ما نسي لأنك إذا قرأت وحفظت ما نسيت شيء تركت القراءة حتى وقت الحاجة

لكن مادمت تعلم انك تنسى فأنت تراجع مرة بعد مرة هكذا دائما وأبدا

فقال

والله أحسنت إلي شجعتني ومن هذا الاعتراف الطيب.

http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=113036&view=findpost&p=550193

➾ ➾ ➾ ➾ ➾

Syaikh Zaid Al-Madkhali rahimahullah berkata:

Aku ingat seorang penuntut ilmu berkata:

“Aku mengeluhkan lupa jika aku membaca al-Qur’an, aku lupa.”

Maka yang lain menjawab:

“Termasuk rahmat Allah dan kebaikan-Nya kepada para hamba, mereka lupa. Jika seseorang lupa hafalannya, dia memurajaah. Jika dia memurajaah bacaannya, dia akan mendapatkan penghasilan yang lebih utama daripada kalau dia dulu telah membaca al-Qur’an dan menghafal dan tidak lupa. Karena engkau kalau membaca dan hafal, dimana engkau tidak lupa sedikitpun, engkau akan meninggalkan untuk membaca al-Qur’an walaupun pada saat engkau butuh.

Namun selama engkau mengetahui bahwa engkau akan lupa, engkau memurajaah berkali-kali, demikian seterusnya.”

Maka penuntut ilmu itu berkata:

“Demi Allah, engkau telah berbuat baik kepadaku, engkau memberiku semangat. Dan dari pengertian yang baik ini.”

――――――――――――
••••••••••••

Syabab Ashhabus Sunnah

Untuk fawaid lainnya bisa kunjungi website kami:

www.ittibaus-sunnah.net
➖➖➖➖➖➖➖➖
أصحاب السنة

❂Ashhabus Sunnah❂

Senin, 23 Maret 2015

TELADAN MASYAYIKH DALAM BERLALU-LINTAS

كُنتُ مَعَ شَيخنَا "أحْمد النَّجميّ" رَحِمهُ اللهُ , وَ أحَدِ الدُّعاةِ رَاجِعِينَ مِن الحجِّ بالسَّيارة؛

فَوَصلنَا لإحْدَى الإشَاراتِ الضَوئِيةِ, وَ كَانتْ حَمرَاءَ.

فقاَل هذاَ الدَّاعِية:

"لا َ تَقِفْ عِنْد َ الإشَارةِ, فإنَّهُ لاَ يُوجَدُ أحَدٌ !!"

فَقالَ لي شَيخُنَا "أَحمَدُ" :
"لاَ تَقطَعِ الإشَارةَ؛ هَذا العَملُ لاَ يَجوز..!

فإَنْ لَمْ يَكُ أَحَدٌ يَرانَا, فَإنَّ اللهَ يَرانَا..

وَ وَجَبَ عَلينَا السَّمعُ وَ الطَّاعةُ لوَِليِّ الأَمرٍ فِي المَنْشَطِ وَ المَكْرَهِ."

كَتَبَهُ : فَوَّاز بن عَليّ المَدْخَلِيّ
1 / 6 / 1436

――――――――――――
Aku pernah bersama Syaikh kami Ahmad an Najmiy rahimahullah dan salah seorang dai yang baru kembali dari berhaji di dalam sebuah mobil.

Lalu sampailah kami pada salah satu lampu merah (traffic light) dan ketika itu menyala merah.

Lalu berkatalah dai ini:

"Jangan berhenti di lampu merah, selagi tidak ada seorangpun (yang melihat)."

Lalu Syaikh Ahmad pun berkata kepadaku:

"Jangan melanggar lampu merah! Perbuatan ini tidak boleh...!

Meskipun tidak ada seorang pun yang melihat kita, maka sesungguhnya Allah melihat kita.

Wajib bagi kita untuk mendengar dan taat kepada waliyyul amr dalam hal yang disukai maupun yang tidak disukai."

Ditulis oleh:
(Syaikh) Fawwaz bin Ali alMadkholy hafizhahullah

Wallaahu A'lam
――――――――――――
✍ hm

Untuk fawaid lainnya bisa kunjungi website kami:

www.ittibaus-sunnah.net
➖➖➖➖➖➖➖➖
أصحاب السنة

❂Ashhabus Sunnah❂

Sabtu, 22 November 2014

SIKAP SALAF MEMBELA SUNNAH

Abul Husain At-Thobsiy berkata:

"Aku mendengar Abu Sa’id Al Ushthukhriy berkata:
"Dan seseorang telah mendatanginya dan berkata kepadanya:

"Apakah boleh beristinja’ dengan tulang?

Beliau berkata:
"Tidak boleh."

Orang itu berkata : "Mengapa?

Beliau berkata: "Karena Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam bersabda

هُوَ زَادُ إِخْوَانِكُم ْ مِنَ الْجِنِّ
"Dia adalah bekal (makanan) saudara-saudara kalian dari golongan jin."

Maka berkata orang itu kepadanya: "(Bukankah) manusia lebih mulia daripada jin"?

Beliau berkata:
"Tentulah manusia."

Orang itu berkata:
"Maka mengapa boleh beristinja’ dengan air yang dia (air) adalah bekal (minuman) manusia?

Berkata (Abul Husain):
Maka beliau menyerangnya dan memegang kerongkongnya dan beliau berkata: "Wahai zindiq, engkau menentang sunnah Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam."

Lalu beliau (Abu Sa’id) mencekiknya, maka jika tidak aku menyadarkannya beliau telah membunuhnya, atau sebagaimana yang dia telah katakan."

Madaarijus Saalikiin 1/334
✷ ✷ ✷ ✷ ✷ ✷ ✷ ✷

F. I. S Forum Ikhwah Salafiyyin
منتدى الإخوان السلفيين

قال أبو الحسين الطبسي :

سمعت أبا سعيد الأصطخري يقول:
وجاءه رجل وقال له :

أيجوز الاستنجاء بالعظم؟

قال: لا .

قال: لماذا؟

قال: لأن رسول الله ﷺ قال : "هو زاد إخوانكم من الجن."

فقال له : الإنس أفضل أم الجن؟

قال : بل الإنس .

قال : فلم يجوز الاستنجاء بالماء وهو زاد الإنس؟

قال : فنزا عليه وأخذ بحلقه وهو يقول : يا زنديق ، تعارض رسول الله ﷺ

وجعل يخنقه ، فلولا أني أدركته لقتله ، أو كما قال .

مدارج السالكين 1/334

AKIBAT MEREMEHKAN SUNNAH

Berkata Abu Abdillah Muhammad bin Isma’il At-Taimi dalam penjelasannya terhadap shahih muslim:

"Aku membaca pada sebagian kisah-kisah bahwa sebagian ahlul bid’ah ketika mendengar sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam:

"ﺇﺫﺍ ﺍﺳﺘﻴﻘﻆ ﺃﺣﺪﻛﻢ ﻣﻦ ﻧﻮﻣﻪ ﻓﻼ ﻳﻐﻤﺲ ﻳﺪﻩ ﻓﻲ ﺍﻹﻧﺎﺀ ﺣﺘﻰ ﻳﻐﺴﻠﻬﺎ، ﻓﺈﻧﻪ ﻻ ﻳﺪﺭﻱ ﺃﻳﻦ ﺑﺎﺗﺖ ﻳﺪﻩ ."
“Jika salah seorang dari kalian bangun dari tidurnya maka janganlah ia celupkan tangannya ke bejana sebelum mencucinya terlebih dahulu karena sesungguhnya ia tidak tahu di mana tangannya bermalam."

Shahih, HR. Muslim no. 641, Kitab Ath Thaharah

Maka ahlul bid’ah tersebut mengatakan dengan nada mengejek: “Saya tahu di mana tanganku bermalam, tanganku bermalam di kasur.”

Lalu paginya dia bangun dari tidurnya dalam keadaan tangannya sudah masuk ke dalam duburnya sampai ke lengannya.

At-Taimi lalu berkata: “Maka berhati-hatilah seseorang untuk menganggap remeh As Sunnah dan sesuatu yang bersifat mengikut perintah agama. Lihatlah bagaimana akibat perbuatan jelek menyampaikan kepadanya.”

Bustaanul 'Aarifiyna lin Nawawi hal 94
➖ ➖ ➖

F.I.S Forum Ikhwah Salafiyyin
منتدى الإخوان السلفيين

ﻗﺎﻝ ﺃﺑﻮ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﺇﺳﻤﺎﻋﻴﻞ ﺍﻟﺘﻴﻤﻲ ﻓﻲ ﺷﺮﺣﻪ ﻟﺼﺤﻴﺢ ﻣﺴﻠﻢ:

ﻗﺮﺃﺕ ﻓﻲ ﺑﻌﺾ ﺍﻟﺤﻜﺎﻳﺎﺕ ﺃﻥَّ ﺑﻌﺾ ﺍﻟﻤﺒﺘﺪﻋﺔ ﺣﻴﻦ ﺳﻤﻊ ﻗﻮﻝ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : ‏

<< ﺇﺫﺍ ﺍﺳﺘﻴﻘﻆ ﺃﺣﺪﻛﻢ ﻣﻦ ﻧﻮﻣﻪ ﻓﻼ ﻳﻐﻤﺲ ﻳﺪﻩ ﻓﻲ ﺍﻹﻧﺎﺀ ﺣﺘﻰ ﻳﻐﺴﻠﻬﺎ، ﻓﺈﻧﻪ ﻻ ﻳﺪﺭﻱ ﺃﻳﻦ ﺑﺎﺗﺖ ﻳﺪﻩ .

صحيح ، رواه مسلم رقم ٦٤١ ، كتاب الطهارة

ﻗﺎﻝ ﺫﻟﻚ ﺍﻟﻤﺒﺘﺪﻉ ﻋﻠﻰ ﺳﺒﻴﻞ ﺍﻟﺘﻬﻜﻢ:
ﺃﻧﺎ ﺃﺩﺭﻱ ﺃﻳﻦ ﺑﺎﺗﺖ ﻳﺪﻱ، ﺑﺎﺗﺖ ﻓﻲ ﺍﻟﻔﺮﺍﺵ!

ﻓﺄﺻﺒﺢ ﻭﻗﺪ ﺃﺩﺧﻞ ﻳﺪﻩ ﻓﻲ ﺩُﺑﺮﻩ ﺇﻟﻰ ﺫﺭﺍﻋﻪ !..

ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺘﻴﻤﻲ: ﻓﻠﻴﺘَّﻖ ﺍﻟﻤﺮﺀ ﺍﻻﺳﺘﺨﻔﺎﻑ ﺑﺎﻟﺴُﻨﻦ ﻭﻣﻮﺍﺿﻊ ﺍﻟﺘﻮﻗﻴﻒ، ﻓﺎﻧﻈﺮ ﻛﻴﻒ ﻭﺻﻞ ﺇﻟﻴﻪ ﺷﺆﻡ ﻓﻌﻠﻪ."

ﺑﺴﺘﺎﻥ ﺍﻟﻌﺎﺭﻓﻴﻦ ﻟﻠﻨﻮﻭﻱ ‏(ﺹ 94‏)