Ibnul Qoyyim
rahimahullah berkata:
“Adapun malas maka akan melahirkan sifat menyia-nyiakan waktu, berlebihan, tidak mendapat apa pun, dan penyesalan yang sangat parah.
Maka hal itu akan menafikan sifat keinginan dan kekuatan yang keduanya merupakan buah dari ilmu. Sesungguhnya apabila seseorang mengetahui bahwa kesempurnaan dan kenikmatannya pada sesuatu tentu akan mencarinya dengan usaha dan keinginan yang kuat. Karena setiap orang akan selalu berusaha untuk menggapai kesempurnaan diri dan kelezatannya.
Akan tetapi, kebanyakan mereka salah dalam menempuh jalan karena tidak adanya ilmu. Maka ilmu yang
sempurna akan memahamkan seorang hamba bahwa kebahagiaannya adalah dengan ini, maka bagaimana mungkin rasa malas menghampirinya. Oleh karena itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berlindung dari rasa malas.”
Miftah Daar As Sa'adah 1/113
F.I.S Forum Ikhwah Salafiyyin
منتدى الإخوان السلفيين
✧ ✧ ✧ ✧
قال إبن القيم رحمه الله :
ﺍﻣﺎ ﺍﻟﻜﺴﻞ ﻓﻴﺘﻮﻟﺪ ﻋﻨﻪ ﺍﻻﺿﺎﻋﺔ ﻭﺍﻟﺘﻔﺮﻳﻂ ﻭﺍﻟﺤﺮﻣﺎﻥ ﻭﺍﺷﺪ ﺍﻟﻨﺪﺍﻣﺔ
ﻭﻫﻮ ﻣﻨﺎﻑ ﻻﺭﺍﺩﻩ ﻭﺍﻟﻌﺰﻳﻤﺔ ﺍﻟﺘﻲ ﻫﻲ ﺛﻤﺮﺓ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻓﺎﻥ ﻣﻦ ﻋﻠﻢ ﺍﻥ ﻛﻤﺎﻟﻪ ﻭﻧﻌﻴﻤﻪ ﻓﻲ ﺷﻲﺀ ﻃﻠﺒﻪ ﺑﺠﻬﺪﻩ ﻭﻋﺰﻡ ﻋﻠﻴﻪ ﺑﻘﻠﺒﻪ ﻛﻠﻪ ﻓﺈﻥ ﻛﻞ ﺍﺣﺪ ﻳﺴﻌﻰ ﻓﻲ ﺗﻜﻤﻴﻞ ﻧﻔﺴﻪ ﻭﻟﺬﺗﻪ
ﻭﻟﻜﻦ ﺍﻛﺜﺮﻫﻢ ﺍﺧﻄﺄ ﺍﻟﻄﺮﻳﻖ ﻟﻌﺪﻡ ﻋﻠﻤﻪ ﺑﻤﺎ ﻳﻨﺒﻐﻲ ﺍﻥ ﻳﻄﻠﺒﻪ ﻓﺎﻻﺭﺍﺩﺓ ﻣﺴﺒﻮﻗﺔ ﺑﺎﻟﻌﻠﻢ ﻭﺍﻟﺘﺼﻮﺭ ﻓﺘﺨﻠﻔﻬﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﻐﺎﻟﺐ ﺇﻧﻤﺎ ﻳﻜﻮﻥ ﻟﺘﺨﻠﻒ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻭﺍﻻﺩﺭﺍﻙ ﻭﺇﻻ ﻓﻤﻊ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﺍﻟﺘﺎﻡ ﺑﺎﻥ ﺳﻌﺎﺩﺓ ﺍﻟﻌﺒﺪ ﻓﻲ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻤﻄﻠﺐ ﻭﻧﺠﺎﺗﻪ ﻭﻓﻮﺯﻩ ﻛﻴﻒ ﻳﻠﺤﻘﻪ ﻛﺴﻞ ﻓﻲ ﺍﻟﻨﻬﻮﺽ ﺍﻟﻴﻪ ﻭﻟﻬﺬﺍ ﺍﺳﺘﻌﺎﺫ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﺳﻠﻢ ﻣﻦ ﺍﻟﻜﺴﻞ.
مفتاح دار السعادة ١ /١١٣
Tidak ada komentar:
Posting Komentar