Sabtu, 15 November 2014

Kunci Segala Kebaikan

Ibnul Qayyim
rahimahullah berkata:

“Kunci pokok segala kebaikan adalah dengan kita mengetahui (meyakini) bahwa apa yang Allah kehendaki (pasti) akan terjadi dan apa yang Dia tidak kehendaki maka tidak akan terjadi. Karena pada saat itulah kita yakin bahwa semua kebaikan (amal shaleh yang kita lakukan) adalah termasuk nikmat Allah (karena Dia-lah yang memberi kemudahan kepada kita untuk bisa melakukannya), sehingga kita akan selalu mensyukuri nikmat tersebut dan bersungguh-sungguh merendahkan diri serta memohon kepada Allah agar Dia tidak memutuskan nikmat tersebut dari diri kita. Sebagaimana (kita yakin) bahwa semua keburukan (amal jelek yang kita lakukan) adalah karena hukuman dan berpalingnya Allah dari kita, sehingga kita akan memohon dengan sungguh-sungguh kepada Allah agar menghindarkan diri kita dari semua perbuatan buruk tersebut, dan agar Dia tidak menyandarkan (urusan) kita dalam melakukan kebaikan dan meninggalkan keburukan kepada diri kita sendiri.

Telah bersepakat al ‘Aarifun (orang-orang yang memiliki pengetahuan yang dalam tentang Allah dan sifat-sifat-Nya) bahwa asal semua kebaikan adalah taufik dari Allah kepada hamba-Nya, sebagaimana asal semua keburukan adalah khidzlaan (berpalingnya) Allah dari hamba-Nya. Mereka juga bersepakat bahwa (makna) taufik itu adalah dengan Allah tidak menyandarkan (urusan kebaikan/keburukan) kita kepada diri kita sendiri, dan (sebaliknya arti) al khidzlaan (berpalingnya Allah dari hamba) adalah dengan Allah membiarkan diri kita (bersandar) kepada diri kita sendiri (tidak bersandar kepada Allah).

Kalau semua kebaikan asalnya (dengan) taufik yang itu adanya di tangan Allah (semata) dan bukan di tangan manusia, maka kunci (untuk membuka pintu) taufik adalah (selalu) berdoa, menampakkan rasa butuh, sungguh-sungguh dalam bersandar, (selalu) berharap dan takut (kepada-Nya). Maka ketika Allah telah memberikan kunci (taufik) ini kepada seorang hamba, berarti Dia ingin membukakan (pintu taufik) kepadanya. Dan ketika Allah memalingkan kunci (taufik) ini dari seorang hamba, berarti pintu kebaikan (taufik) akan selalu tertutup baginya”

Al Fawa'id hal.141

F.I.S Forum Ikhwah Salafiyyin
منتدى الإخوان السلفيين

ﻗﺎﻝ ﺍﺑﻦ ﺍﻟﻘﻴﻢ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ:

ﺃﺳﺎﺱ ﻛﻞ ﺧﻴﺮ ﺃﻥ ﺗﻌﻠﻢ ﺃﻥ ﻣﺎ ﺷﺎﺀ ﺍﻟﻠﻪ ﻛﺎﻥ ﻭﻣﺎ ﻟﻢ ﻟﻢ ﻳﺸﺄ ﻟﻢ ﻳﻜﻦ؛ ﻓﺘﺘﻴﻘﻦ ﺣﻴﻨﺌﺬ ﺃﻥ ﺍﻟﺤﺴﻨﺎﺕ ﻣﻦ ﻧﻌﻤﻪ, ﻓﺘﺸﻜﺮﻩ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﻭﺗﺘﻀﺮﻉ ﺍﻟﻴﻪ ﺃﻥ لا ﻳﻘﻄﻌﻬﺎ ﻋﻨﻚ, ﻭ ﺃﻥ ﺍﻟﺴﻴﺌﺎﺕ ﻣﻦ ﺧﺬﻻﻧﻪ ﻭﻋﻘﻮﺑﺘﻪ,ﻓﺘﺒﺘﻬﻞ ﺍﻟﻴﻪ ﺃﻥ ﻳﺤﻮﻝ ﺑﻴﻨﻚ ﻭﺑﻴﻨﻬﺎ ﻭﻻﻳﻜﻠﻚ ﻓﻲ ﻓﻌﻞ ﺍﻟﺤﺴﻨﺎﺕ ﻭﺗﺮﻙ ﺍﻟﺴﻴﺌﺎﺕ ﺍﻟﻰ ﻧﻔﺴﻚ.

ﻭﻗﺪ ﺃﺟﻤﻊ ﺍﻟﻌﺎﺭﻓﻮﻥ ﻋﻠﻰ ﺃﻥ ﻛﻞ ﺧﻴﺮ ﻓﺄﺻﻠﻪ ﺑﺘﻮﻓﻴﻖ ﺍﻟﻠﻪ ﻟﻠﻌﺒﺪ, ﻭﻛﻞ ﺷﺮ ﻓﺄﺻﻠﻪ ﺧﺬﻻﻧﻪ ﻟﻌﺒﺪﻩ. ﻭﺃﺟﻤﻌﻮﺍ ﺍﻥ ﺍﻟﺘﻮﻓﻴﻖ ﺃﻥ ﻻ ﻳﻜﻠﻚ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﻰ ﻧﻔﺴﻚ ﻭﺃﻥ ﺍﻟﺨﺬﻻﻥ ﻫﻮ ﺃﻥ ﻳﺨﻠﻲ ﺑﻴﻨﻚ ﻭﺑﻴﻦ ﻧﻔﺴﻚ.

ﻓﺎﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﻛﻞ ﺧﻴﺮ ﻓﺄﺻﻠﻪ ﺍﻟﺘﻮﻓﻴﻖ, ﻭﻫﻮ ﺑﻴﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﻻﺑﻴﺪ ﺍﻟﻌﺒﺪ؛ ﻓﻤﻔﺘﺎﺣﻪ ﺍﻟﺪﻋﺎﺀ ﻭﺍﻻﻓﺘﻘﺎﺭ ﻭﺻﺪﻕ ﺍﻟﻠﺠﺄ ﻭﺍﻟﺮﻏﺒﺔ ﻭﺍﻟﺮﻫﺒﺔ ﺍﻟﻴﻪ؛ ﻓﻤﺘﻰ ﺃﻋﻄﻰ ﺍﻟﻌﺒﺪ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻤﻔﺘﺎﺡ ﻓﻘﺪ ﺃﺭﺍﺩ ﺃﻥ ﻳﻔﺘﺢ ﻟﻪ,ﻭﻣﺘﻰ ﺃﺿﻠﻪ ﻋﻦ ﺍﻟﻤﻔﺘﺎﺡ ﺑﻘﻲ ﺑﺎﺏ ﺍﻟﺨﻴﺮ ﻣﺮﺗﺠﺎ ﺩﻭﻧﻪ.

الفوائد ص ١٤١

Tidak ada komentar:

Posting Komentar