Senin, 15 Desember 2014

TIGA KEADAAN ORANG YANG DI DA'WAHI

Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata dalam (menjelaskan) makna firman Alloh ta'ala:

ﺍﺩْﻉُ ﺇِﻟَﻰ ﺳَﺒِﻴﻞِ ﺭَﺑِّﻚَ ﺑِﺎﻟْﺤِﻜْﻤَﺔِ ﻭَﺍﻟْﻤَﻮْﻋِﻈَﺔِ ﺍﻟْﺤَﺴَﻨَﺔِ ﻭَﺟَﺎﺩِﻟْﻬُﻢْ ﺑِﺎﻟَّﺘِﻲ ﻫِﻲَ ﺃَﺣْﺴَﻦُ ﺇِﻥَّ ﺭَﺑَّﻚَ ﻫُﻮَ ﺃَﻋْﻠَﻢُ ﺑِﻤَﻦْ ﺿَﻞَّ ﻋَﻦْ ﺳَﺒِﻴﻠِﻪِ ﻭَﻫُﻮَ ﺃَﻋْﻠَﻢُ ﺑِﺎﻟْﻤُﻬْﺘَﺪِﻳﻦَ.
"Serulah (manusia) kepada jalan Rabb-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan yang lebih baik. Sesungguhnya Rabb-mu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. (An-Nahl:125)

Allah subhanahu telah menyebutkan tingkatan tingkatan da'wah dan menjadikannya tiga bagian sesuai keadaan orang yang di da'wahi:

Karena sesungguhnya orang yang di da'wahi itu kadang-kadang orang yang mencari kebenaran, dia akan lebih mementingkan kebenaran daripada yang lainnya kalau dia mengetahuinya. Maka orang seperti ini diseru dengan al-hikmah (ilmu), tidak membutuhkan pengarahan/nasehat ataupun bantahan.

Kadang-kadang orang yang sibuk dengan sesuatu yang menyelisihi kebenaran, tapi kalau dia mengetahuinya maka dia akan mementingkannya dan mengikutinya. Maka orang yang seperti ini membutuhkan mau’izhah (pengarahan/nasehat) berupa kabar gembira dan ancaman.

Kadang-kadang orang yang menentang dan berpaling dari kebenaran. Maka orang semacam ini dibantah dengan cara yang baik, kalau-kalau dia mau ruju’ (kembali kepada kebenaran). Tetapi kalau tidak mau maka dibawa kepada selain perdebatan (kekerasan) jika memungkinkan.”

As Showa'iqul Mursalah 2/157-158
▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼▼

F. I. S Forum Ikhwah Salafiyyin
منتدى الإخوان السلفيين

ﻗﺎﻝ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺍﺑﻦ ﺍﻟﻘﻴﻢ
ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻲ ﻣﻌﻨﻰ
ﻗﻮﻟﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ:

{ ﺍﺩْﻉُ ﺇِﻟَﻰ ﺳَﺒِﻴﻞِ ﺭَﺑِّﻚَ ﺑِﺎﻟْﺤِﻜْﻤَﺔِ ﻭَﺍﻟْﻤَﻮْﻋِﻈَﺔِ ﺍﻟْﺤَﺴَﻨَﺔِ ﻭَﺟَﺎﺩِﻟْﻬُﻢْ ﺑِﺎﻟَّﺘِﻲ ﻫِﻲَ ﺃَﺣْﺴَﻦُ ﺇِﻥَّ ﺭَﺑَّﻚَ ﻫُﻮَ ﺃَﻋْﻠَﻢُ ﺑِﻤَﻦْ ﺿَﻞَّ ﻋَﻦْ ﺳَﺒِﻴﻠِﻪِ ﻭَﻫُﻮَ ﺃَﻋْﻠَﻢُ ﺑِﺎﻟْﻤُﻬْﺘَﺪِﻳﻦ}َ  ‏[ﺍﻟﻨﺤﻞ 125]

"ﺫﻛﺮ ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻣﺮﺍﺗﺐ ﺍﻟﺪﻋﻮﺓ ﻭﺟﻌﻠﻬﺎ ﺛﻼﺛﺔ ﺃﻗﺴﺎﻡ ﺑﺤﺴﺐ ﺣﺎﻝ ﺍﻟﻤﺪﻋﻮ :

ـ ﻓﺈﻧﻪ ﺇﻣﺎ ﻳﻜﻮﻥ ﻃﺎﻟﺒﺎ ﻟﻠﺤﻖ، ﻣﺆﺛﺮﺍ ﻟﻪ ﻋﻠﻰ ﻏﻴﺮﻩ ﺇﺫﺍ ﻋﺮﻓﻪ، ﻓﻬﺬﺍ ﻳُﺪﻋﻰ ﺑﺎﻟﺤﻜﻤﺔ ﻭﻻ ﻳﺤﺘﺎﺝ ﺇﻟﻰ ﻣﻮﻋﻈﺔ ﻭﺟﺪﺍﻝ.

ـ ﻭ ﺇﻣﺎ ﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﻣﺸﺘﻐﻼ ﺑﻀﺪ ﺍﻟﺤﻖ، ﻟﻜﻦ ﻟﻮ ﻋﺮﻓﻪ، ﺁﺛﺮﻩ ﻭ ﺍﺗﺒﻌﻪ، ﻓﻬﺬﺍ ﻳﺤﺘﺎﺝ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻤﻮﻋﻈﺔ ﺑﺎﻟﺘﺮﻏﻴﺐ ﻭ ﺍﻟﺘﺮﻫﻴﺐ.

ـ ﻭ ﺇﻣﺎ ﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﻣﻌﺎﻧﺪﺍ ﻣﻌﺎﺭﺿﺎ، ﻓﻬﺬﺍ ﻳﺠﺎﺩﻝ ﺑﺎﻟﺘﻲ ﻫﻲ ﺃﺣﺴﻦ، ﻓﺈﻥ ﺭﺟﻊ ﻭ ﺇﻻ، ﺍﻧﺘﻘﻞ ﻣﻌﻪ ﺇﻟﻰ ﻏﻴﺮ ﺍﻟﺠﺪﺍﻝ ﺇﻥ ﺃﻣﻜﻦ . . " ﺍﻫ

ﺍﻟﺼﻮﺍﻋﻖ ﺍﻟﻤﺮﺳﻠﺔ  ٢ /١٥٧-١٥٨

Tidak ada komentar:

Posting Komentar