Jumat, 28 November 2014

MENUTUP CELAH-CELAH AHLU BIDA'

Dan Syaikh Muhammad bin Sholih Al 'Utsaimin rohimahulloh berkata:

"Dan orang yang mengetahui dari kalam Syaikh ini semoga Alloh merohmatinya dan memberi taufiq kepadanya:

Bahwasanya tidak boleh di ambil sesuatupun dari pelaku bid'ah, sampaipun didalamnya bukan yang terkait dengan bid'ahnya, contohnya: apabila kita mendapati seseorang mubtadi' akan tetapi dia bagus dalam bahasa arobnya: seperti balaghoh, nahwu, shorof, maka apakah boleh kita bermajlis kepadanya dan kita mengambil ilmu ini darinya yang terdapat padanya ataukah kita menhajrnya (memboikotnya)?

Yang nampak dari perkataan Syaikh bahwasanya kita tidak boleh bermajlis kepadanya, karena hal itu akan menimbulkan dua kerusakan yang tidak dapat di elakkan

Pertama:
Dia (mubtadi' tersebut) akan tertipu dengan dirinya sendiri, karena dia akan mengira bahwasanya dia diatas kebenaran.

Kerusakan kedua:
Manusia akan tertipu dengannya, dimana para penuntut ilmu akan datang kepadanya dan mengambil ilmu darinya, dan orang awam tidaklah dapat membedakan antara ilmu nahwu dan ilmu aqidah, oleh karena ini kami memandang bahwa seseorng tidak boleh bermajlis kepada ahlul ahwa dan ahlul bida' SECARA MUTLAK, hingga apabila dia tidak mendapati ilmu bahasa arob, balaghoh, dan shorof dan semisalnya kecuali dari sisi mereka. Maka Alloh akan memberikan baginya yang lebih baik dari hal tersebut, karena kita seandainya datang kepada mereka dan mengulanginya lagi (berulang ulang) maka tidak diragukan lagi bahwasanya akan menimbulkan tertipunya mereka (tertipu dengan dirinya sendiri) dan  tertipu manusia dengan mereka.

Syarah Hilyah Tholibul 'Ilmu hal. 93-94
_____________________

F. I. S Forum Ikhwah Salafiyyin
منتدى الإخوان السلفيين

ﻭﻗﺎﻝ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﺻﺎﻟﺢ ﺍﻟﻌﺜﻴﻤﻴﻦ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ:

ﻭﺍﻟﺬﻱ ﻳﻌﻠﻢ ﻣﻦ ﻛﻼﻡ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻭﻓﻘﻪ ﺍﻟﻠﻪ:

ﺃﻧﻪ ﻻ ﻳﺆﺧﺬ ﻋﻦ ﺻﺎﺣﺐ ﺍﻟﺒﺪﻋﺔ ﺷﻲﺀ، ﺣﺘﻰ ﻓﻴﻤﺎ ﻻ ﻳﺘﻌﻠﻖ ﺑﺒﺪﻋﺘﻪ، ﻓﻤﺜﻼً: ﺇﺫﺍ ﻭﺟﺪﻧﺎ ﺭﺟﻼً ﻣﺒﺘﺪﻋﺎً ﻟﻜﻨﻪ ﺟﻴﺪ ﻓﻲ ﻋﻠﻢ ﺍﻟﻌﺮﺑﻴﺔ : ﻛﺎﻟﺒﻼﻏﺔ ﻭﺍﻟﻨﺤﻮ ﻭﺍﻟﺼﺮﻑ، ﻓﻬﻞ ﻧﺠﻠﺲ ﺇﻟﻴﻪ ﻭﻧﺄﺧﺬ ﻣﻨﻪ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﺍﻟﺬﻱ ﻫﻮ ﻣﻮﺟﻮﺩﺍً ﻋﻨﺪﻩ ﺃﻡ ﻧﻬﺠﺮﻩ؟

ﺍﻟﻈﺎﻫﺮ ﻣﻦ ﻛﻼﻡ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﺃﻧﻨﺎ ﻻ ﻧﺠﻠﺲ ﺇﻟﻴﻪ، ﻷﻥ ﺫﻟﻚ ﻳﻮﺟﺐ ﻣﻔﺴﺪﺗﻴﻦ :‏

ﺍﻷﻭﻟﻰ
ﺍﻏﺘﺮﺍﺭﻩ ﺑﻨﻔﺴﻪ، ﻓﻴﺤﺴﺐ ﺃﻧﻪ ﻋﻠﻰ ﺣﻖ.

ﺍﻟﻤﻔﺴﺪﺓ ﺍﻟﺜﺎﻧﻴﺔ
ﺍﻏﺘﺮﺍﺭ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺑﻪ، ﺣﻴﺚ ﻳﺘﻮﺍﺭﺩ ﻋﻠﻴﻪ ﻃﻼﺏ ﺍﻟﻌﻠﻢ، ﻭﻳﺘﻠﻘﻮﻥ ﻣﻨﻪ، ﻭﺍﻟﻌﺎﻣﻲ ﻻ ﻳﻔﺮﻕ ﺑﻴﻦ ﻋﻠﻢ ﺍﻟﻨﺤﻮ، ﻭﻋﻠﻢ ﺍﻟﻌﻘﻴﺪﺓ، ﻟﻬﺬﺍ ﻧﺮﻯ ﺃﻥ ﺍﻹﻧﺴﺎﻥ ﻻ ﻳﺠﻠﺲ ﺇﻟﻰ ﺃﻫﻞ ﺍﻷﻫﻮﺍﺀ ﻭﺍﻟﺒﺪﻉ ﻣﻄﻠﻘﺎً، ﺣﺘﻰ ﺇﻥ ﻛﺎﻥ ﻻ ﻳﺠﺪ ﻋﻠﻢ ﺍﻟﻌﺮﺑﻴﺔ ﻭﺍﻟﺒﻼﻏﺔ، ﻭﺍﻟﺼﺮﻑ ﻣﺜﻼً ﺇﻻ ﻋﻨﺪﻫﻢ، ﻓﺴﻴﺠﻌﻞ ﺍﻟﻠﻪ ﻟﻪ ﺧﻴﺮﺍً ﻣﻨﻬﺎ، ﻷﻧﻨﺎ ﻟﻮ ﻧﺄﺗﻲ ﺇﻟﻰ ﻫﺆﻻﺀ، ﻭﻧﺘﺮﺩﺩ ﺇﻟﻴﻬﻢ ﻻ ﺷﻚ ﺃﻧﻪ ﻳﻮﺟﺐ ﻏﺮﻭﺭﻫﻢ، ﻭﺍﻏﺘﺮﺍﺭ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺑﻬﻢ".

ﺷﺮﺡ ﺣﻠﻴﺔ ﻃﺎﻟﺐ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﺹ ٩٣-٩٤‏

http://bayenahsalaf.com/vb/archive/index.php/t-7811.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar