Asy Syaikh Robi' As Sunnah: Abu Muhammad Robi' bin Hadiy 'Umair Al Madkhaliy hafizhahullah berkata:
"Hati yang putih bersih layaknya batu keras yang halus dan licin, tidak akan membahayakannya suatu fitnah pun selama masih ada langit dan bumi: dengan sebab pengokohan Allah subhanahu wata'ala.
Allah subhanahu wata'ala mengokohkan orang tersebut karena penolakannya terhadap kebatilan, syahwat serta syubhat. Fitnah itu dapat berupa perkara duniawiyah seperti fitnah berbagai syahwat, sehingga mencelakakanmu. Dan dapat pula berupa fitnah berbagai syubhat, bid'ah-bid'ah, kesesatan dan yang semisalnya, sehingga dapat menghantarkan pelakunya kepada apa yang telah di sebutkan dalam hadits: "adapun hati yang lainnya hitam-keruh layaknya cangkir yang terjungkir. Ia tidak mengenali yang ma'ruf. Tidak pula mengingkari yang munkar... "
Ini semua bermula dari sikap condong kepada pelaku kebathilan atau bahkan membantunya. Dimulai dari setitik noda hitam, kemudian semakin melebar. Bilamana ia mulai ada kecenderungan terhadap kebathilan DAN BERJALAN BERSAMA PELAKU KEBATHILAN SERTA ORANG-ORANG YANG MENYESATKAN, maka jadilah terbalik hatinya -kita berlindung kepada Allah dari hal tersebut-.
Keadaannya sebagaimana cangkir yang terjungkir. Apabila posisi kepala cangkir di balikkan ke bawah (tertelungkup), maka seberapapun banyaknya air di dunia ini dituangkan kepadanya, maka tetaplah air itu tidak akan dapat masuk ke dalam cangkir tersebut setetespun!!
Demikianlah jadinya keadaan hatinya. Engkau bacakan Al Quran, hadits, sekian petuah dan nasehat kepadanya, maka tetap saja ia tidak mau menerimanya, SEDIKITPUN !! Engkau bacakan padanya ayat-ayat, berbagai dalil dan penjelasan, akan tetapi ia tetap tidak mau menerimanya... Kenapa?? karena hatinya telah tertelungkup akibat sikap penolakannya yang sudah mendarah daging, hingga sampailah hatinya pada keadaan yang hitam kelam lagi mati -wal 'iyadzu billah-. Jadilah keadaannya: "Tidak mengenali yang ma'ruf, tidak pula mengingkari yang munkar, melainkan hanya menerima apa saja yang di serap dari hawa nafsunya."
Ini merupakan akibat dari penyimpangan dan SIKAP PENENTANGAN yang wajib untuk di waspadai oleh setiap muslim. Disamping itu, hendaknya ia selalu memohon kepada Allah setiap waktu agar dikokohkan hatinya di atas agama yang haq."
Ats Tsabaat 'Ala As Sunnah
✮ ✮ ✮ ✮ ✮ ✮
F. I. S Forum Ikhwah Salafiyyin
منتدى الإخوان السلفيين
قال الشيخ ربيع السنة: أبو محمد ربيع بن هادي عمير المدخلي حفظه الله:
( ﻋﻠﻰ ﺃﺑﻴﺾ ﻣﺜﻞ ﺍﻟﺼﻔﺎ ﻓﻼ ﺗﻀﺮﻩ ﻓﺘﻨﺔ ﻣﺎ ﺩﺍﻣﺖ ﺍﻟﺴﻤﺎﻭﺍﺕ ﻭﺍﻷﺭﺽ ) ﺑﺘﺜﺒﻴﺖ ﻣﻦ ﺍﻟﻠﻪ ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭﺗﻌﺎﻟﻰ ,
ﻳُﺜﺒِّﺘﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭﺗﻌﺎﻟﻰ ﺑﺴﺒﺐ ﺭﻓﻀﻪ ﻟﻠﺒﺎﻃﻞ , ﺭﻓﻀﻪ ﻟﻠﺸﻬﻮﺍﺕ , ﺭﻓﻀﻪ ﻟﻠﺸﺒﻬﺎﺕ . ﻓﺈﻥَّ ﺍﻟﻔﺘﻨﺔ ﻗﺪ ﺗﻜﻮﻥ ﺩﻧﻴﻮﻳﺔ : ﻓﺘﻨﺔ ﺍﻟﺸﻬﻮﺍﺕ ﻓﺘُﻬﻠﻚ . ﻭﻗﺪ ﺗﻜﻮﻥ ﻓﺘﻨﺔ ﺷﺒﻬﺎﺕ ﻭﺑﺪﻉ ﻭﺿﻼﻻﺕ ﻭﻣﺎ ﺷﺎﻛﻞ ﺫﻟﻚ ﻓﺘُﺆﺩِّﻱ ﺑﺼﺎﺣﺒﻬﺎ ﺇﻟﻰ ﻣﺎ ﺫُﻛﺮ ﻓﻲ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ( ﻭﺍﻵﺧﺮ ﺃﺳﻮﺩ ﻣﺮﺑﺎﺩﺍ ﻛﺎﻟﻜﻮﺯ ﻣﺠﺨﻴﺎ ﻻ ﻳﻌﺮﻑ ﻣﻌﺮﻭﻓﺎ ﻭﻻ ﻳﻨﻜﺮ ﻣﻨﻜﺮﺍ )
ﻫﺬﺍ ﺑﺪﺍﻳﺘﻪ ﺍﻟﺮﻛﻮﻥ ﺇﻟﻰ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺒﺎﻃﻞ ﻭﻣﺴﺎﻋﺪﺗﻬﻢ : ﺗﺒﺪﺃ ﻧﻜﺘﺔ ﺳﻮﺩﺍﺀ ﻭﺗﺘَّﺴﻊ , ﻛﻠﻤﺎ ﻣﺎﻝ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﺒﺎﻃﻞ ﻭﻛﻠَّﻤﺎ ﺟﺎﺭﻯ ﺍﻟﻤﺒﻄﻠﻴﻦ ﻭﺍﻟﻤﻀﻠِّﻴﻦ ﺇﻟﻰ ﺃﻥ ﻳﻨﺘﻜﺲ ﻗﻠﺒﻪ –ﻋﻴﺎﺫﺍً ﺑﺎﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ -
ﻓﻴﺼﻴﺮ ﻛﺎﻟﻜﻮﺯ ﻣﺠﺨِّﻴﺎً : ﺇﺫﺍ ﻗُﻠﺐَ ﻋﻠﻰ ﺭﺃﺳﻪ ؛ ﺗُﻔﺮﻍ ﻋﻠﻴﻪ ﻣﻴﺎﻩ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﻛﻠﻬﺎ ﻓﻼ ﺗﺪﺧﻞ ﻓﻴﻪ ﻗﻄﺮﺓ !!
ﻳﺼﻴﺮ ﻗﻠﺒﻪ ﻫﻜﺬﺍ ﺗﻘﺮﺃُ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﻭﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ﻭﺍﻟﻤﻮﺍﻋﻆ ﻓﻼ ﻳﻘﺒﻞ ﺷﻴﺌﺎً , ﺗﺘﻠﻮﺍ ﺍﻵﻳﺎﺕ ﻭﺍﻷﺩﻟَّﺔ ﻭﺍﻟﺒﺮﺍﻫﻴﻦ ﻓﻼ ﻳﺴﺘﺠﻴﺐ !! ﻟﻤﺎﺫﺍ ؟ ﻷﻥَّ ﻗﻠﺒﻪ ﺍﻧﺘﻜﺲ ﺛﻤﺮﺓً ﻻﻧﺘﻜﺎﺳﻪ ﺍﻷﺳﺎﺳﻲ ﺇﻟﻰ ﺃﻥ ﻭﺻﻞ ﺑﻪ ﺇﻟﻰ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻤﺮﺣﻠﺔ ﺍﻟﺴﻮﺩﺍﺀ ﺍﻟﻤﻈﻠﻤﺔ ﻭﺍﻟﻤﻬﻠﻜﺔ –ﻭﺍﻟﻌﻴﺎﺫ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ-. ﻓﻴُﺼﺒﺢ ( ﻻ ﻳﻌﺮﻑ ﻣﻌﺮﻭﻓﺎ ﻭﻻ ﻳﻨﻜﺮ ﻣﻨﻜﺮﺍ ﺇﻻ ﻣﺎ ﺃﺷﺮﺏ ﻣﻦ ﻫﻮﺍﻩ )
ﻫﺬﺍ ﺛﻤﺮﺓ ﻟﻠﺰﻳﻎ ﻭﺍﻻﻧﺘﻜﺎﺱ ﺍﻟﺬﻱ ﻳﺠﺐ ﺃﻥ ﻳﺤﺬﺭ ﻣﻨﻪ ﺍﻟﻤﺴﻠﻢ ﻭﺃﻥ ﻳﺴﺄﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﺒﺎﺭﻙ ﻭﺗﻌﺎﻟﻰ ﻓﻲ ﻛﻞِّ ﻟﺤﻈﺔ ﻣﻦ ﻟﺤﻈﺎﺗﻪ ﺃﻥ ﻳُﺜﺒِّﺖ ﻗﻠﺒﻪ ﻋﻠﻰ ﺩﻳﻨﻪ ﺍﻟﺤﻖِّ .
الثبات على السنة
Tidak ada komentar:
Posting Komentar